Teror bom, ancam pariwisata Yogyakarta
Jum'at, 14 September 2012 - 10:00 WIB
Teror bom, ancam pariwisata Yogyakarta
A
A
A
Sindonews.com - Teror dan ancaman bom di Whiz Hotel Jalan Dagen, mengancam iklim pariwisata dan bisnis. Ancaman seperti ini membuat tamu dan pengunjung hotel menjadi tidak nyaman. Apalagi lokasi hotel di kawasan ring I Malioboro yang menjadi pusat bisnis di Yogyakarta.
“Jelas ini sangat mengganggu iklim wisata di Yogyakarta,” tutur Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, Kamis (13/9/2012).
Menurutnya, sisi keamanan menjadi variable penting dalam sebuah bisnis, termasuk pariwisata. Banyak tamu atau wisatawan akan sensitif
dengan ancaman dan teror bom seperti ini. terlebih kejadian bom beberapa kali mengguncang tanah air, kendati Yogyakarta tetap aman. Seperti pada kasus bom Bali, berdampak kuat terhadap pariwisata. “Bom sangat sensitif dengan pariwisata,” tandasnya.
PHRI, berencana menggelar pertemuan dengan Brimob Polda DIY pada (20/9) mendatang di Ros In Hotel. Pertemuan ini lebih dimaksimalkan pada sistem pengamanan hotel dengan melibatkan pihak security hotel.
Ketua PHRI Istidjab Danunegoro mengutuk keras terhadap ancaman bom seperti ini. Ancaman seperti ini bisa berdampak luas terhadap kondisi pariwisata di DIY. Apalagi saat ini tengah bangkit dari keterpurukan, setelah diancam gempa bumi Bantul dan erupsi merapi. “Semoga ini tidak berdampak, karena Yogyakarta tetap aman,” tandasnya.
Pasca ancaman bom yang diterima manager Hotel, tim jihandak Polda DIY langsung melakukan penyisiran di semua hotel. Hampir semua lorong dan kamar hotel disisir, khususnya di lantai 5 dan 6 sesuai terror pada SMS yang diterima oleh Manager Hotel. Namun hasilnya nihil, dan tidak ada bom. “Saya tidak kenal dengan nomor pada SMS itu,” jelas Manager Hotel Whiz, Aziz Sismono.
Selama pemeriksaan oleh polisi, managemen hotel tidak mengosongkan seluruh ruangan. Hanya dalam pemeriksaan di 100 kamar yang dimiliki, meminta ijin kepada tamu yang menghuni. “Kebetulan semuanya tengah full boked, tetapi tidak ada yang kita kosongkan,” tuturnya.
“Jelas ini sangat mengganggu iklim wisata di Yogyakarta,” tutur Sekretaris Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, Kamis (13/9/2012).
Menurutnya, sisi keamanan menjadi variable penting dalam sebuah bisnis, termasuk pariwisata. Banyak tamu atau wisatawan akan sensitif
dengan ancaman dan teror bom seperti ini. terlebih kejadian bom beberapa kali mengguncang tanah air, kendati Yogyakarta tetap aman. Seperti pada kasus bom Bali, berdampak kuat terhadap pariwisata. “Bom sangat sensitif dengan pariwisata,” tandasnya.
PHRI, berencana menggelar pertemuan dengan Brimob Polda DIY pada (20/9) mendatang di Ros In Hotel. Pertemuan ini lebih dimaksimalkan pada sistem pengamanan hotel dengan melibatkan pihak security hotel.
Ketua PHRI Istidjab Danunegoro mengutuk keras terhadap ancaman bom seperti ini. Ancaman seperti ini bisa berdampak luas terhadap kondisi pariwisata di DIY. Apalagi saat ini tengah bangkit dari keterpurukan, setelah diancam gempa bumi Bantul dan erupsi merapi. “Semoga ini tidak berdampak, karena Yogyakarta tetap aman,” tandasnya.
Pasca ancaman bom yang diterima manager Hotel, tim jihandak Polda DIY langsung melakukan penyisiran di semua hotel. Hampir semua lorong dan kamar hotel disisir, khususnya di lantai 5 dan 6 sesuai terror pada SMS yang diterima oleh Manager Hotel. Namun hasilnya nihil, dan tidak ada bom. “Saya tidak kenal dengan nomor pada SMS itu,” jelas Manager Hotel Whiz, Aziz Sismono.
Selama pemeriksaan oleh polisi, managemen hotel tidak mengosongkan seluruh ruangan. Hanya dalam pemeriksaan di 100 kamar yang dimiliki, meminta ijin kepada tamu yang menghuni. “Kebetulan semuanya tengah full boked, tetapi tidak ada yang kita kosongkan,” tuturnya.
(gpr)
Lihat Juga :