Ini alasan pemerintah impor 533 ribu ton garam
Jum'at, 14 September 2012 - 16:54 WIB
Ini alasan pemerintah impor 533 ribu ton garam
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah mempunyai alasan tersendiri mengapa mengimpor garam sebesar 533 ribu ton garam. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan garam domestik sebesar 1,4 juta ton pada tahun ini.
Plh Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Gunaryo mengatakan, keputusan tersebut merupakan hasil dari pertemuan pihaknya dengan Dirjen Manufaktur Kementerian Perindustrian serta membahasnya dirapat koordinasi dengan menko terkait.
"Khusus 2012, kita telah melakukan perhitungan, ini sesuai ketentuan melalui usulan dari temen dirjen manufaktur Kemenprin, rapat menko, kita putuskan 533 ribu ton importasi," kata Gunaryo, di Kantornya, Jakarta, Jumat (14/9/2012).
Gunaryo menambahkan importasi garam akan dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap pertama pada Maret hingga April dan tahap kedua pada Mei hingga Juni. "Untuk tahap pertama kita impor sebesar 300 ribu ton sedangkan tahap kedua kita impor 233.300 ton," katanya.
Menurut Gunaryo, impor garam tersebut tidak akan menyebakan rendahnya harga garam ditingkat petani, karena pemerintah sama sekali tidak memberi izin untuk impor garam konsumsi pada masa panen, terutama pada masa bulan-bulan terakhir.
"Importasai tidak dilakukan sebulan sebulan sebelum panen raya, saat panen raya, dan dua bulan setelah panen," tutup Gunaryo.
Plh Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Gunaryo mengatakan, keputusan tersebut merupakan hasil dari pertemuan pihaknya dengan Dirjen Manufaktur Kementerian Perindustrian serta membahasnya dirapat koordinasi dengan menko terkait.
"Khusus 2012, kita telah melakukan perhitungan, ini sesuai ketentuan melalui usulan dari temen dirjen manufaktur Kemenprin, rapat menko, kita putuskan 533 ribu ton importasi," kata Gunaryo, di Kantornya, Jakarta, Jumat (14/9/2012).
Gunaryo menambahkan importasi garam akan dibagi dalam dua tahap, yaitu tahap pertama pada Maret hingga April dan tahap kedua pada Mei hingga Juni. "Untuk tahap pertama kita impor sebesar 300 ribu ton sedangkan tahap kedua kita impor 233.300 ton," katanya.
Menurut Gunaryo, impor garam tersebut tidak akan menyebakan rendahnya harga garam ditingkat petani, karena pemerintah sama sekali tidak memberi izin untuk impor garam konsumsi pada masa panen, terutama pada masa bulan-bulan terakhir.
"Importasai tidak dilakukan sebulan sebulan sebelum panen raya, saat panen raya, dan dua bulan setelah panen," tutup Gunaryo.
(gpr)
Lihat Juga :