Pengusaha setuju BBM dan TDL naik dengan syarat
Senin, 17 September 2012 - 12:15 WIB
Pengusaha setuju BBM dan TDL naik dengan syarat
A
A
A
Sindonews.com - Kalangan pengusaha tidak mempermasalahkan jika benar pemerintah ingin menaikan harga Tarif Dasar Listrik (TDL) ataupun Bahan Bakara Minyak (BBM) bersubsidi. Namun, penghematan yang ditargetkan pemerintah akibat hal ini harus jelas.
"Beban berat ini kita tahu sudah tidak bisa didiamkan begitu saja. Kita bisa mengerti," ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulisto ditemui di Rapat Koordinasi Kadin bidang Perdagangan,Distribusi dan Logistik di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (17/9/2012)
Menurut Suryo, sebagai pengusaha, dia mengakui, kenaikan BBM subsidi dan tarif dasar listrik akan berpengaruh ke biata pokok produksi sehingga jika hal ini mempengaruhi daya beli konsumen, maka hal ini akan menyebabkan inflasi. Kenaikan inflasi ini, otomatis akan berpengaruh ke pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Tapi kita bisa mengerti asalkan penghematan itu jelas dialokasikan buat apa. Infrastruktur misalnya, bangun jalan dimana," tambah dia.
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini menyebut, jika DPR setuju menaikkan TDL sekira 15 persen tahun depan, pemerintah dapat menghemat anggaran APBN sekia Rp15 triliun. Meski begitu, pihaknya tidak bisa merinci dengan jelas penghematan tersebut akan difungsikan untuk apa.
"APBN itu disebarkan ke mana-mana jadi tidak ada peruntukkan karena investasi (PLN) tetap ada yang tujuh persen. (Kenaikan TDL) ini menjadikan pemerintah punya tabungan misalnya Rp10 triliun dari listrik dari BBM ada sekian puluh triliun jadi punya kesempatan untuk rencana-rencana lain," ungkap Rudi beberapa waktu lalu. (mai)
"Beban berat ini kita tahu sudah tidak bisa didiamkan begitu saja. Kita bisa mengerti," ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulisto ditemui di Rapat Koordinasi Kadin bidang Perdagangan,Distribusi dan Logistik di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (17/9/2012)
Menurut Suryo, sebagai pengusaha, dia mengakui, kenaikan BBM subsidi dan tarif dasar listrik akan berpengaruh ke biata pokok produksi sehingga jika hal ini mempengaruhi daya beli konsumen, maka hal ini akan menyebabkan inflasi. Kenaikan inflasi ini, otomatis akan berpengaruh ke pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Tapi kita bisa mengerti asalkan penghematan itu jelas dialokasikan buat apa. Infrastruktur misalnya, bangun jalan dimana," tambah dia.
Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini menyebut, jika DPR setuju menaikkan TDL sekira 15 persen tahun depan, pemerintah dapat menghemat anggaran APBN sekia Rp15 triliun. Meski begitu, pihaknya tidak bisa merinci dengan jelas penghematan tersebut akan difungsikan untuk apa.
"APBN itu disebarkan ke mana-mana jadi tidak ada peruntukkan karena investasi (PLN) tetap ada yang tujuh persen. (Kenaikan TDL) ini menjadikan pemerintah punya tabungan misalnya Rp10 triliun dari listrik dari BBM ada sekian puluh triliun jadi punya kesempatan untuk rencana-rencana lain," ungkap Rudi beberapa waktu lalu. (mai)
(gpr)
Lihat Juga :