Himpunan Nelayan Sebut Kenaikan Tarif Listrik Bakal Bikin Sesak Napas
Minggu, 17 April 2022 - 07:30 WIB
loading...
Nelayan merasa keberatan dengan rencana kenaikan tarif listrik. Foto/ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Siswaryudi Heru, menilai kebijakan menaikkan harga barang-barang kebutuhan masyarakat dalam waktu yang berdekatan membuat nelayan sesak napas.
Baca juga: Tarif Listrik hingga LPG Bakal Naik, YLKI: Benteng Ekonomi Rumah Tangga Bisa Jebol!
Pasalnya, belum lama harga bahan bakar minyak naik, pemerintah kembali menyatakan bakal menaikkan tarif listrik . Menurutnya, langkah ini perlu perhatian khusus.
"Masyarakat terutama para nelayan perlu diberikan ruang untuk bernapas dan menyesuaikan diri terhadap pelaksanaan satu kebijakan tertentu dengan kebijakan lainnya, yang sama-sama menyebabkan terjadinya kenaikan berbagai harga-harga barang kebutuhan," ujar Heru kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (16/4/2022).
Pemerintah diharapkan bisa melihat kondisi dan keadaan nyata masyarakat, sebagai pertimbangan untuk mengeksekusi sebuah kebijakan yang berkenaan dengan kenaikan harga-harga kebutuhan.
"Masyarakat pasti akan mendukung kebijakan pemerintah, jika dilakukan dengan bertahap. Apabila berbagai kebijakan seperti menaikkan harga BBM, gas, dan tarif listrik dilakukan dalam waktu yang berdekatan, tentulah akan membuat masyarakat tidak siap. Akhirnya, menimbulkan gejolak," kata Heru.
Baca juga: Tarif Listrik hingga LPG Bakal Naik, YLKI: Benteng Ekonomi Rumah Tangga Bisa Jebol!
Pasalnya, belum lama harga bahan bakar minyak naik, pemerintah kembali menyatakan bakal menaikkan tarif listrik . Menurutnya, langkah ini perlu perhatian khusus.
"Masyarakat terutama para nelayan perlu diberikan ruang untuk bernapas dan menyesuaikan diri terhadap pelaksanaan satu kebijakan tertentu dengan kebijakan lainnya, yang sama-sama menyebabkan terjadinya kenaikan berbagai harga-harga barang kebutuhan," ujar Heru kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (16/4/2022).
Pemerintah diharapkan bisa melihat kondisi dan keadaan nyata masyarakat, sebagai pertimbangan untuk mengeksekusi sebuah kebijakan yang berkenaan dengan kenaikan harga-harga kebutuhan.
"Masyarakat pasti akan mendukung kebijakan pemerintah, jika dilakukan dengan bertahap. Apabila berbagai kebijakan seperti menaikkan harga BBM, gas, dan tarif listrik dilakukan dalam waktu yang berdekatan, tentulah akan membuat masyarakat tidak siap. Akhirnya, menimbulkan gejolak," kata Heru.
Lihat Juga :