Pengadaan pupuk bersubsidi karut marut

Jum'at, 21 September 2012 - 12:56 WIB
Pengadaan pupuk bersubsidi...
Pengadaan pupuk bersubsidi karut marut
A A A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Martin Hutabarat mengatakan, program Pengadaan Pupuk Bersubsidi di Kementerian Pertanian sangat karut marut dan dikelola secara serampangan.

"Ini semua karena ulah Dirjen Sarana dan Prasarana (PSP) Kementan yang tak mampu menjalankan tugas dengan baik. Makanya kami menuntut agar Dirjen PSP bertanggungjawab terkait karut marutnya persoalan pupuk ini," ujar Martin di Jakarta, Kamis (20/9/2012).

Dia menjelaskan, Pupuk adalah uray nadi bagi petani. Baik keberadaan pasokan maupun penyebaranya. Karena itu. Patut disayangkan karena Kementan justru jadi akar dan biang persoalan pupuk.

Kelangkaan pupuk bersubsidi, menurut Martin, juga bisa terjadi dari proses pengadaanya yang dilakukan di tingkat pusat. Apalagi dalam beberapa pekan terakhir santer disebutkan tentang dugaan adanya mafia pupuk yang berkolaborasi dengan oknum pejabat di Kementan.

“Kementan semestinya tau lah, Pupuk itu harus tersedia tepat waktu. Jika musim tanam sudah selesai, kemudian pupuk baru datang ya percuma. Keluhan seperti ini sering kita dengar dari petani," tandasnya.

Oleh sebab itu, Martin yakin bahwa kebobrokan pengelolaan pupuk bersubsidi pastilah ulah mafia. Menteri Pertanian harus sering-sering turun ke lapangan dan menyidak kinerja anak buahnya yang serampangan.

Anggota Komisi III DPR ini mengungkapkan, praktik mafia pupuk tak hanya merugikan keuangan negara, tapi juga petani dan ketahanan pangan. Karena itu pengusutan terhadap mafia pupuk harus ditangani KPK agar penyimpangan proyek pupuk di Kementan tidak makin subur.

"Saya di Komisi III sudah meminta pada KPK agar segera mengusut mafia pupuk di Kementan. Kita harus tunggu janji KPK yang mengaku akan secepatnya membongkar kasus biadab ini," ucap Martin.

Sebelumnya, Anggota Komisi IV yang mebidangi Pertanian Viva Yoga Mauladi juga meminta Inspektorat Jenderal Kementrian Pertanian agar memasang pasang mata dan telinga baik-baik, sehingga mereka tidak tambeng melihat kebobrokan pengelolaan pupuk bersubsidi untuk rakyat.

"Masak hampir setiap proses tender di Kementan menuai masalah. Kalau dibiarkan saja ya terus seperti ini. Apakah kita mau seperti ini terus? Kan tidak," ungkap politikus Partai Amanat Nasional ini.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow! New York Legalkan...
Wow! New York Legalkan Mayat Manusia Diolah Jadi Pupuk
Polisi Ringkus 4 Tersangka...
Polisi Ringkus 4 Tersangka Penyelewengan Pupuk Subsidi di Pandeglang
Pupuk Batubara Ini Dapat...
Pupuk Batubara Ini Dapat Menjadikan Indonesia Lumbung Pangan Dunia
PIM-1 Hidup Kembali...
PIM-1 Hidup Kembali Bakal Dongkrak Kapasitas Produksi Pupuk Nasional
Pusri Pastikan Distribusi...
Pusri Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Sesuai e-RDKK
Ada Perang Rusia-Ukraina,...
Ada Perang Rusia-Ukraina, Stok Bahan Baku Pupuk Indonesia Masih Aman
Berita Terkini
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
46 menit yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
56 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
3 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
12 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved