Tarif listrik naik 1 Januari 2013

Sabtu, 22 September 2012 - 12:36 WIB
Tarif listrik naik 1...
Tarif listrik naik 1 Januari 2013
A A A
Sindonews.com - Pemerintah memastikan untuk mulai menaikkan tarif tenaga listrik (TTL) secara bertahap per 1 Januari 2013 hingga 15 persen. Namun, belum dipastikan tahapan kenaikan dilakukan per bulan atau triwulanan.

Menurut Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman, sebelum 1 Januari 2013, aturan mengenai kenaikan TTL tersebut sudah diselesaikan. Saat ini, pemerintah sedang menghitung besaran kenaikan TTL untuk masing-masing golongan. “Pemerintah masih punya waktu dari Oktober sampai Desember untuk mengkaji itu,” kata Jarman di Jakarta kemarin.

Dalam rentang waktu itu,pemerintah juga akan mengajak pelaku industri untuk membahas kenaikan TTL tersebut guna mendapatkan besaran kenaikan TTL berdasarkan golongan masing-masing industri.

Menurut dia, pemerintah sudah mendapat izin DPR untuk menaikkan TTL sebesar 15% pada 2013. Atas persetujuan tersebut, pemerintah mencabut subsidi listrik untuk mal, hotel, dan rumah mewah. “Tahun depan sudah tidak ada lagi mal, hotel,danrumahmewahdengan daya 6.600 VA diberi subsidi listrik oleh negara,” tandasnya.

Jarman mengatakan,golongan-golongan yang dicabut subsidi listriknya harus membayar TTL sesuai ketentuan biaya pokok produksi (BPP) listrik ditambah margin 7%.

“Subsidinya dicabut bukan berarti mereka membayar tarif berdasarkan harga keekonomian. Tetapi mereka membayar tarif berdasarkan BPP listrik yakni Rp1.163 per kWh ditambah margin PLN 7% yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini menambahkan, meski tarif untuk sejumlah golongan mengalami kenaikan, pemerintah sejatinya masih memberikansubsidilistrikke industri sebesar Rp20 triliun tahun depan.

“Subsidi yang diberikan ke industri dikurangi sedikit dan membuat kenaikan tarif listrik untuk golongan industri paling tinggi dibandingkan golongan lain. Tetapi kan mereka tetap diberikan subsidi,” tegasnya.

Rudi mengatakan, satu industri bisa mendapat subsidi hingga miliaran rupiah.Angka itu jauh lebih besar ketimbang golongan rumah tangga yang meski disubsidi sebesar Rp40 triliun, tetapi peruntukannya adalah bagi 39 juta lebih pelanggan.“ Jadi, kok industri masih menjerit?” ujar Rudi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diskon Tarif Listrik...
Diskon Tarif Listrik Sebabkan Deflasi Januari 2025
Jawaban Bahlil Soal...
Jawaban Bahlil Soal Kemungkinan Diskon Tarif Listrik di 2026
Penyesuaian Tarif Listrik...
Penyesuaian Tarif Listrik bagi Golongan Mampu Berlaku Juli Mendatang
Resmi, Ini Rincian Tarif...
Resmi, Ini Rincian Tarif Listrik Terbaru per Oktober-Desember 2024
10 Negara dengan Tarif...
10 Negara dengan Tarif Listrik Termahal di Dunia
Kabar Baik, Tarif Listrik...
Kabar Baik, Tarif Listrik Tidak Naik Sampai Akhir Tahun 2025
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Diskon Tarif Tol Lebaran...
Diskon Tarif Tol Lebaran 2026 Sampai 30%, Cek Tanggal Berlakunya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved