PT KAI dapat PSO Rp803 M
Senin, 24 September 2012 - 15:27 WIB
PT KAI dapat PSO Rp803 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mendapat alokasi dana public service obligation (PSO) dari pemerintah senilai Rp803 miliar untuk anggaran 2012.
Direktur Keuangan PT KAI Kurniadi Atmosasmito mengatakan, tahun ini pemerintah memberikan subsidi dalam bentuk PSO untuk mengoperasikan KA ekonomi. Tahun ini, PT KAI memperoleh PSO sebesar Rp803 miliar atau meningkat dibandingkan tahun lalu yang sekitar Rp775 miliar.
"PSO itu digunakan untuk kebutuhan operasional bagi KA ekonomi. Sehingga, tarifnya jauh lebih murah dari KA komersil," kata Kurniadi di Bandung, Minggu (23/9/2012).
Ketika disinggung soal penyesuaian tarif, dia mengatakan, belum ada rencana melakukan perubahan tarif KA ekonomi. Perubahan tarif KA ekonomi dilakukan oleh pemerintah. PT KAI hanya sebagai pelaksana. Tidak adanya rencana penyesuaian tarif ini, juga menanggapi penambahan fasilitas AC untuk KA ekonomi. "Penyesuaian tarif KA ekonomi pemerintah yang menentukan," tegas dia.
Naik atau tidaknya tarif KA ekonomi, tergantung dari keputusan pemerintah. Apabila pemerintah menaikkan tarif tersebut, maka PT KAI tinggal melaksanakan aturan tersebut.
Lebih lanjut Kurniadi mengatakan, pihaknya akan menambah fasilitas KA ekonomi. Di mana, seluruh KA ekomomi akan menggunakan air conditioner (AC). Pemasangan AC untuk KA ekonomi ditargetkan selesai pada tahun 2013. "Kami targetkan pada 2013 semua KA ekonomi ber-AC. Semua itu untuk meningkatkan pelayanan bagi penumpang," pungkas dia.
Diakui dia, pengoperasian KA ekonomi ber-AC telah dilakukan secara bertahap. Beberapa KA ekonomi telah menggunakan fasilitas ini. Belanja modal untuk perbaikan KA ekonomi menjadi ber-AC sekitar Rp50 juta. Penggunaan AC serta kapasitas angkut yang dibatasi 100 persen diharapkan menjadikan KA ekonomi jarak jauh dan menengah semakin diminati masyarakat.
Dia pun menegaskan, tahun ini belum ada rencana menambah rangkaian KA ekonomi. Sarana rangkaian KA ekonomi yang ada saat ini dianggap masih memadai. Penambahan rangkaian hanya dilakukan untuk KRL yang melayani Jabodetabek saja.
Direktur Keuangan PT KAI Kurniadi Atmosasmito mengatakan, tahun ini pemerintah memberikan subsidi dalam bentuk PSO untuk mengoperasikan KA ekonomi. Tahun ini, PT KAI memperoleh PSO sebesar Rp803 miliar atau meningkat dibandingkan tahun lalu yang sekitar Rp775 miliar.
"PSO itu digunakan untuk kebutuhan operasional bagi KA ekonomi. Sehingga, tarifnya jauh lebih murah dari KA komersil," kata Kurniadi di Bandung, Minggu (23/9/2012).
Ketika disinggung soal penyesuaian tarif, dia mengatakan, belum ada rencana melakukan perubahan tarif KA ekonomi. Perubahan tarif KA ekonomi dilakukan oleh pemerintah. PT KAI hanya sebagai pelaksana. Tidak adanya rencana penyesuaian tarif ini, juga menanggapi penambahan fasilitas AC untuk KA ekonomi. "Penyesuaian tarif KA ekonomi pemerintah yang menentukan," tegas dia.
Naik atau tidaknya tarif KA ekonomi, tergantung dari keputusan pemerintah. Apabila pemerintah menaikkan tarif tersebut, maka PT KAI tinggal melaksanakan aturan tersebut.
Lebih lanjut Kurniadi mengatakan, pihaknya akan menambah fasilitas KA ekonomi. Di mana, seluruh KA ekomomi akan menggunakan air conditioner (AC). Pemasangan AC untuk KA ekonomi ditargetkan selesai pada tahun 2013. "Kami targetkan pada 2013 semua KA ekonomi ber-AC. Semua itu untuk meningkatkan pelayanan bagi penumpang," pungkas dia.
Diakui dia, pengoperasian KA ekonomi ber-AC telah dilakukan secara bertahap. Beberapa KA ekonomi telah menggunakan fasilitas ini. Belanja modal untuk perbaikan KA ekonomi menjadi ber-AC sekitar Rp50 juta. Penggunaan AC serta kapasitas angkut yang dibatasi 100 persen diharapkan menjadikan KA ekonomi jarak jauh dan menengah semakin diminati masyarakat.
Dia pun menegaskan, tahun ini belum ada rencana menambah rangkaian KA ekonomi. Sarana rangkaian KA ekonomi yang ada saat ini dianggap masih memadai. Penambahan rangkaian hanya dilakukan untuk KRL yang melayani Jabodetabek saja.
(gpr)
Lihat Juga :