Wapres: Perlu kerja sama hadapi krisis
Rabu, 26 September 2012 - 14:03 WIB
Wapres: Perlu kerja sama hadapi krisis
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah menegaskan, selain campur tangan pemerintah yang kuat, diperlukan pula partisipasi berbagai penggiat sektor keuangan guna menghadapi perlambatan ekonomi dunia yang bisa berdampak terhadap krisis keuangan di tanah air.
"Koordinasi perlu, bagaimana menghadapi kalau itu (krisis) datang" ujar Wakil Presiden, Boediono, dalam sambutannya pada acara peringatan 7 Tahun LPS, di Ritz Carlton Pacific Place SCBD, Jakarta, Rabu (26/9/2012).
Menyinggung peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam menanggulangi potensi krisis tersebut, Boediono menegaskan, LPS harus bebas dari intervensi politik dan bisnis dalam menjalankan perannya sehingga bisa menjadi benteng sektor keuangan Indonesia yang mandiri.
LPS merupakan institusi yang esensial guna mengantisipasi krisis global khususnya untuk institusi keuangan. "LPS ini institusi yang esensial, benteng saat krisis. Kemandirian menjadi satu-satunya pegangan kita," pungkasnya.
"Ini backpack kita untuk krisis, kita sangat senang agar makin lama makin disosialkan, khususnya di institusi keuangan," lanjutnya.
Dia menambahkan, LPS harus dianggap menjadi partner, bukan menjadi pengawas yang biasanya dijauhi. "Partner untuk membidangi saat duduk bersama memecahkan masalah," tambah dia.
"Koordinasi perlu, bagaimana menghadapi kalau itu (krisis) datang" ujar Wakil Presiden, Boediono, dalam sambutannya pada acara peringatan 7 Tahun LPS, di Ritz Carlton Pacific Place SCBD, Jakarta, Rabu (26/9/2012).
Menyinggung peran Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam menanggulangi potensi krisis tersebut, Boediono menegaskan, LPS harus bebas dari intervensi politik dan bisnis dalam menjalankan perannya sehingga bisa menjadi benteng sektor keuangan Indonesia yang mandiri.
LPS merupakan institusi yang esensial guna mengantisipasi krisis global khususnya untuk institusi keuangan. "LPS ini institusi yang esensial, benteng saat krisis. Kemandirian menjadi satu-satunya pegangan kita," pungkasnya.
"Ini backpack kita untuk krisis, kita sangat senang agar makin lama makin disosialkan, khususnya di institusi keuangan," lanjutnya.
Dia menambahkan, LPS harus dianggap menjadi partner, bukan menjadi pengawas yang biasanya dijauhi. "Partner untuk membidangi saat duduk bersama memecahkan masalah," tambah dia.
(gpr)
Lihat Juga :