BPK nilai program Jamsostek belum efektif

Kamis, 27 September 2012 - 13:08 WIB
BPK nilai program Jamsostek...
BPK nilai program Jamsostek belum efektif
A A A
Sindonews.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai beberapa program perlindungan yang diberikan PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) belum efektif. Temuan tersebut menjadi dasar dilakukannya transformasi Jamsostek menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Salah satu yang menjadi sorotan BPK adalah pemberian Jaminan Hari Tua (JHT) kepada 1,02 juta pesertanya. "Ada 1,02 juta peserta tenaga kerja usia pensiun dengan total saldo JHT sebesar Rp1,85 triliun," ujar Anggota BPK Bahrullah Akbar di kantornya, Jakarta, Kamis (27/9/2012).

Penilaian itu sendiri merupakan salah satu dari lima poin penting hasil temuan BPK pada audit yang dilakukan pada tahun buku 2010 dan 2011.

Temuan itu juga yang digunakan sebagai isu penting bagi proses transformasi Jamsostek menjadi BPJS. Dengan demikian, tiap-tiap badan pelaksana mampu bekerja dangan lebih fokus sesuai dengan kewenangannya seperti diatur dalam Undang-Undang (UU).

"BPK RI memaksimalkan perannya sesuai tugas dan kewenangan yang dimiliki dengan pertimbangan posisi strategis sesuai Undang-Undang," pungkasnya.

Adapun 5 point hasil audit BPK terhadap Jamsostek tersebut adalah:

1. Jamsostek belum efektif mengevaluasi kebutuhan pegawai dan beban kerja untuk mendukung penyelenggara JHT.
2. Jamsostek belum efektif dalam mengelola data jaminan sosial tenaga kerja.
3. Jamsostek masih perlu membenahi sistem informasi dan teknologi informasi yang mendukung keandalan.
4. Jamsostek belum efektif melakukan perluasan dan pembinaan kepesertaan.
5. Jamsostek tidak efektif memberikan perlindungan dengan membayar JHT kepada 1,02 juta peserta.
(hyk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inilah Beberapa Cara...
Inilah Beberapa Cara Mencairkan Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan!
Karyawan BP Jamsostek...
Karyawan BP Jamsostek Kompak Dukung Program Direksi Baru
Total Pembayaran JHT...
Total Pembayaran JHT BP Jamsostek Cabang Bekasi Kota Capai Rp137 Miliar
Kowani Angkat Urgensi...
Kowani Angkat Urgensi Perlindungan Jamsostek bagi Pekerja Rumah Tangga
Kemendagri dan BPJS...
Kemendagri dan BPJS Percepat Universal Coverage Jamsosnaker
Begini Penerapan GRC...
Begini Penerapan GRC di Lingkungan BPJS Ketenagakerjaan
Berita Terkini
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
1 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
2 jam yang lalu
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
2 jam yang lalu
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
3 jam yang lalu
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
4 jam yang lalu
Infografis
Ojol Dipastikan Dapat...
Ojol Dipastikan Dapat Subsidi BBM, Taksi Online Belum Jelas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved