Bayar utang, BTEL ngaku raup keuntungan Rp30 M
Senin, 01 Oktober 2012 - 16:37 WIB
Bayar utang, BTEL ngaku raup keuntungan Rp30 M
A
A
A
Sindonews.com - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) mengaku untung usai melunasi utang obligasi senilai Rp650 miliar. Nilai keuntungannya mencapai Rp20-Rp30 miliar.
Direktur Utama BTEL, Anindya Bakrie menjelaskan bahwa perseroan harus melunasi utang obligasi pokok dan bunga ke-20 Obligasi I tahun 2012 senilai Rp650 miliar atau setara USD72 juta.
Kemudian sumber pendanaannya, perseroan memperoleh pinjaman dari Credit Suisse senilai USD50 juta dengan bunga 11,5 persen dan tenor 18 bulan. Sementara sisanya bersumber dari kas internal.
"Pendanaan dari kas internal ini, perseroan dapat keuntungan. Kalau misalnya USD20 juta dolar, dikalikan dengan beban bunga 11 persen, keuntungannya sekitar Rp20-30 miliar lah," ujarnya kepada wartawan di Menara Kadin, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Selain itu, Anindya menilai bahwa struktur kapital atau permodalan perseroan menjadi lebih sehat pasca pelunasan surat utang tersebut. Alasannya, rasio daripada utang dan ekuitas lebih bagus. "Nah, buat perusahaan jadi lebih ringan kan kedepan, karena beban bunganya jadi lebih sedikit, jadi bagus," jelasnya.
Terkait refinancing, Anindya belum dapat memastikan walaupun rating sudah mulai positif. "Bisa aja kami akan melakukan refinancing kembali nantinya, tapi sekarang, itu dulu. Nanti kita lihat dulu," pungkasnya.
Direktur Utama BTEL, Anindya Bakrie menjelaskan bahwa perseroan harus melunasi utang obligasi pokok dan bunga ke-20 Obligasi I tahun 2012 senilai Rp650 miliar atau setara USD72 juta.
Kemudian sumber pendanaannya, perseroan memperoleh pinjaman dari Credit Suisse senilai USD50 juta dengan bunga 11,5 persen dan tenor 18 bulan. Sementara sisanya bersumber dari kas internal.
"Pendanaan dari kas internal ini, perseroan dapat keuntungan. Kalau misalnya USD20 juta dolar, dikalikan dengan beban bunga 11 persen, keuntungannya sekitar Rp20-30 miliar lah," ujarnya kepada wartawan di Menara Kadin, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Selain itu, Anindya menilai bahwa struktur kapital atau permodalan perseroan menjadi lebih sehat pasca pelunasan surat utang tersebut. Alasannya, rasio daripada utang dan ekuitas lebih bagus. "Nah, buat perusahaan jadi lebih ringan kan kedepan, karena beban bunganya jadi lebih sedikit, jadi bagus," jelasnya.
Terkait refinancing, Anindya belum dapat memastikan walaupun rating sudah mulai positif. "Bisa aja kami akan melakukan refinancing kembali nantinya, tapi sekarang, itu dulu. Nanti kita lihat dulu," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :