Okupansi KA ekonomi capai 75%

Selasa, 02 Oktober 2012 - 12:39 WIB
Okupansi KA ekonomi...
Okupansi KA ekonomi capai 75%
A A A
Sindonews.com - Tiga minggu jelang Hari Raya Idul Adha, okupansi penumpang kereta api (KA) komersil sepi peminat. Kondisi tersebut berbeda dengan KA ekonomi dengan okupansi mencapai 75 persen.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop II Bandung Bambang S Prayitno mengakui, okupansi KA komersil jelang Hari Raya Idul Adha masih sepi. Okupansi pada tanggal 25 Oktober di sebagian besar KA berkisar 30-50 persen. Seperti pada KA Mutiara Selatan, Argo Wilis, Lodaya Pagi, Turangga, serta Malabar kelas eksekutive dan bisnis.

“Sedangkan beberapa KA lainnya okupansinya di atas 90 persen. Seperti KA Lodaya Malam, Harina kelas bisnis, dan Malabar kelas ekonomi,” jelas Bambang S Prayitno ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Padahal, lanjut dia, PT KAI telah melakukan penjualan tiket 90 hari sebelum hari keberangkatan. Kondisi tersebut juga terjadi pada semua KA komersil untuk keberangkatan pada Natal dan Tahun Baru 2012. Reservasi untuk semua KA rata-rata masih dibawah 10 persen.

Untuk keberangkatan sebelum Natal, PT KAI telah membuka pemesanan tiket sejak munggu lalu. Sedangkan reservasi untuk keberangkatan sebelum Tahun Baru 2012 telah dibuka mulai minggu ini.

Semantara itu, rendahnya reservasi di KA komersil berbeda dengan reservasi pada KA ekonomi. Untuk tiga KA ekonomi yaitu KA Kahuripan, KA Pasundan, dan KA Kuto Jaya rata-rata telah mencapai 75 persen. Tingginya minat penumpang pada KA ekonomi, diperkirakan akan terus bertambah sampai dengan hari H.

“Konsumen KA ekonomi cenderung membeli tiket 10 hari sebelum hari H. pada kondisi tersebut, biasanya okupansi akan mencapai 100 persen,” kata dia.

Bambang berharap, penumpang KA ekonomi bisa lebih memanfaatkan masa tenggang penjualan tiket selama 90 hari sebelum hari keberangkatan.

Diakui dia, tiket KA ekonomi non AC dijual dengan harga cukup murah. KA Kahuripan (Padalarang-Kediri) misalnya, harga tiket kelas ekonomi dibandrol Rp38.000 dan ekonomi AC Rp150.000 per orang. Sementara KA Pasundan (Kiaracondong-Surabaya) kelas ekonomi Rp38.000 per orang dan ekonomi AC Rp150.000 per orang. Harga tiket KA Kuto Jaya (Kiaracondong-Kutoarjo) kelas ekonomi Rp19.500 per orang dan ekonomi AC Rp80.000 per orang.

Harga tiket KA ekonomi cenderung lebih murah, lantaran masih di subsidi pemerintah melalui Public Service Obligation (PSO). Tahun ini, PSO untuk KA ekonomi sekitar Rp800 miliar lebih. “Untuk setiap rangkaian KA ekonomi terdapat empat gerbong kelas ekonomi, satu gerbong kelas ekonomi AC, dan satu gerbong makan,” jelas dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Tiket Kereta Api...
Harga Tiket Kereta Api Jarak Jauh Naik 40%
KAI Tambah Kereta Jarak...
KAI Tambah Kereta Jarak Jauh, Ini Rincian Rute dan Jadwalnya
KA Lokal Daop I Jakarta...
KA Lokal Daop I Jakarta Masih Belum Operasi hingga 31 Juli 2020
5 KA Jarak Jauh Beroperasi...
5 KA Jarak Jauh Beroperasi dari Daop 1 Jakarta Mulai 3 Juli 2020, Ini Daftarnya
KAI Siapkan Protokol...
KAI Siapkan Protokol Khusus Hadapi Skenario New Normal
Waktu Perjalanan KA...
Waktu Perjalanan KA Akan Singkat dan Jadwal Keberangkatan Berubah, Awas Telat!
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
3 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
4 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
6 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
8 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
9 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
10 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved