Newmont matangkan rencana PHK 22,8% karyawan

Selasa, 02 Oktober 2012 - 14:52 WIB
Newmont matangkan rencana...
Newmont matangkan rencana PHK 22,8% karyawan
A A A
Sindonews.com - PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) tidak ada rencana membatalkan kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawannya. PHK terjadi pada 20 persen posisi ekspatriat (termasuk posisi kontrak langsung) dan 2,8 persen tenaga kerja nasional.

"Kita bedakan antara ekspatriat dengan nasional. Ekspatriat kira-kira 20 persen, kalau karyawan nasional 2,8 persen," kata Presiden Direktur NNT Martiono Hadianto di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (2/10/2012).

Martiono mengaku keputusan ini diambil sudah berdasarkan pertimbangan yang matang. Jika ada permintaan penundaan dari pemerintah, maka hal ini akan dibahas kembali. "Kita akan lihat dan pertimbangkan, namanya juga rencana," jelasnya.

Sebelumnya, pada memorandum yang dikeluarkan secara tertulis per tanggal 27 September 2012 dari Martiono, NNT sudah melakukan evaluasi dan pelaksanaan pengurangan jumlah tenaga kerja dengan 20 persen ekspatriat dan 2,8 persen tenaga kerja nasional. "Evaluasi dan pelaksanaan pengurangan jumlah tenaga kerja akan dimulai hari ini," paparnya.

Sementara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik memastikan rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang akan dilakukan oleh PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) adalah sebuah kesalahan. Menurutnya ini tidak sesuai dengan tagline Kementerian ESDM yang mendorong pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja.

"Nah, tidak boleh dengan mudahnya, tanpa pemberitahuan, tanpa izin dari saya, terus melakukan PHK. Itu tidak boleh, apa pun alasannya. Harus dengan kami dulu," ucap Jero di kantornya, Jakarta, Selasa (2/10/2012).

Jero mengaku hingga saat ini secara resmi NNT belum melaporkan terkait hal tersebut. Maka dari itu, alasannya pun masih belum jelas. "Jadi, tidak boleh mengambil langkah begitu. Karena ESDM kan tugasnya mendorong pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja. Jadi kalau ada yang mengurangi lapangan kerja, itu harus berdiskusi lama dulu dengan kita," paparnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Gempa Berkekuatan M7,5...
Gempa Berkekuatan M7,5 Guncang Larantuka, Nusa Tenggara Timur
Freeport Bisa Lega,...
Freeport Bisa Lega, Permendag Ekspor Konsentrat Rampung Pekan Ini
Gempa M3,6 Guncang Lembata...
Gempa M3,6 Guncang Lembata Nusa Tenggara Timur
Gempa M5,8 Guncang Bima...
Gempa M5,8 Guncang Bima Nusa Tenggara Barat
Peduli Bencana NTT,...
Peduli Bencana NTT, Anies Posting Nomor Rekening Sejumlah Lembaga Kemanusiaan Pengumpul Donasi
Pegadaian Ingin Kembali...
Pegadaian Ingin Kembali Membuat Warga NTB dan Sulut Tersenyum
Berita Terkini
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
17 menit yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
38 menit yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
2 jam yang lalu
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
2 jam yang lalu
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved