Ini rekomendasi ISEI kepada Presiden

Kamis, 04 Oktober 2012 - 19:50 WIB
Ini rekomendasi ISEI...
Ini rekomendasi ISEI kepada Presiden
A A A
Sindonews.com - Kongres Ikatan Sarjana eonomi Indonesia (ISEI) XVIII di Sahid Rich Hotel, Yogyakarta, selama tiga hari ini, banyak membahas beberapa permintaan presiden kepada ISEI.

Di antaranya mengenai sistem ideologi ekonomi yang tepat, bagaimana menjaga pertumbuhan tinggi dan pemerataan hingga menumbuhkan investasi. Kongres yang dibuka Sultan dan menghadirkan Wakil Presiden Boediono ini juga menghasilkan rekomendasi penting. Salah satunya, mengenai kebijakan desentralisasi atau otonomi dareah (otda) banyak menimbulkan dampak positif dan negatif.

“Pelaksanaan otda ini masih harus dievaluasi, karena banyak terdapat opportunistic behavior,” jelas Ketua Pelaksana Pusat Kongres Isei, Edi Suandi Hamid, Kamis (4/10/2012).

Di samping itu, mengenai dampak positif dari kebijakan fiskal yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi. Hanya saja pertumbuhan ini belum merata. Termasuk masih adanya kesenjangan ekonomi di daerah, karena APBD hanya bisa diakses segelintir orang yang cenderung merugikan masyarakat.

“ISEI merekomendasikan agar paling tidak 30 persen APBD diatur pusat dan daerah menyalurkan untuk pembangunan ekonomi dengan pertimbangan kemampuan daerah untuk kesejahteraan rakyat,” tambahnya.

Rekomendasi lainnya, mengenai kebijakan otda yang belum diikuti dengan perbaikan birokrasi di daerah. Tidak kalah penting adalah bagaimana meningkatkan kapasitas ekonomi daerah untuk mengoptimalkan performa sumber daya yang dimiliki,” jelasnya.

Pengurus ISEI yang lain, Mudrajat kuncoro mengatakan pertumbuhan ekonomi banyak membawa dampak positif dan negatif. Untuk itulah perlu adanya upaya untuk mengantisipasi dampak negatif. “Amandemen terhadap UU pemerintahan daerah harus bertumpu pada layanan publik ke masyarakat,” jelas mantan Tim Ahli Gubernur DIY ini.

Adanya moratorium dan transfer pegawai, ujar Mudrajat harus dilihat dengan kompetensi dan tingkat keuangan dan perimbangan dana di daerah. Formulasi tranfer harus disempurnakan secara akuntabel.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
ISEI Beri 3 Usulan Dukung...
ISEI Beri 3 Usulan Dukung Pemulihan Ekonomi dari Pandemi Covid-19
Tantangan Sarjana Ekonomi...
Tantangan Sarjana Ekonomi Makin Berat, Ini Tips dari Ketua ISEI Surabaya
Kata Ali Masykur Musa...
Kata Ali Masykur Musa soal Covid-19: New Life and New Civilization
ISEI Beri Donasi Rp530...
ISEI Beri Donasi Rp530 Juta untuk RS Darurat Covid-19
Mahasiswa Diajak Berwirausaha...
Mahasiswa Diajak Berwirausaha di Usia Muda Melalui HOKI
Kongres ISEI XXII, Mencari...
Kongres ISEI XXII, Mencari Ketua ISEI yang Mampu Melakukan Transformasi Ekonomi Berkelanjutan
Berita Terkini
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
19 menit yang lalu
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
44 menit yang lalu
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1 jam yang lalu
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
1 jam yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
10 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
10 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved