Wamenkeu menyayangkan tahun ini minim IPO
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 11:57 WIB
Wamenkeu menyayangkan tahun ini minim IPO
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar menyayangkan minimnya perusahaan yang melakukan initial public offering (IPO) tahun ini. Baik dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun swasta harusnya dapat melihat peluang untuk kapitalisasi pasar besar.
"2012 baik BUMN maupun perorangan swasta kecil jumlah yang IPO karena sayang dengan potensi besar dan kapitalisasi pasar yang makin meningkat sehingga manfaat keberadaan pasar modal kurang dirasakan baik," ujar Mahendra di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Mahendra menegaskan, ini bukan persoalan insentif sebagai penyebab utama. Namun, menurutnya ini juga merupakan bentuk kehati-hatian perusahaan baru dalam melihat kondisi krisis global. Seperti yang diketahui, tidak semua perusahaan yang IPO di tengah krisis yang berakhir mulus. "Ini karena ekstra kehati-hatian perusahaan baru untuk menghadapi global dan regional," jelasnya.
Dia menuturkan, di tengah fluktuasi sebenarnya ada penambahan secara netto kapitalisasi pasar dan kepercayaan Indonesia. "Mustinya 2013 semakin banyak yang bisa melihat kondisi 2012 sebagai pembelajaran bahwa kesempatan itu tidak hilang walau ada ketidakpastian di tingkat global," ucap Mahendra.
"Pada akhirnya bottomline kekuatan dan kesehatan perusahaan masing-masing dan dengan ekonomi indonesia yang Investment Grade dan makro solid mustinya perusahaan kita jauh lebih baik dari tahun lalu," tutupnya.
"2012 baik BUMN maupun perorangan swasta kecil jumlah yang IPO karena sayang dengan potensi besar dan kapitalisasi pasar yang makin meningkat sehingga manfaat keberadaan pasar modal kurang dirasakan baik," ujar Mahendra di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Mahendra menegaskan, ini bukan persoalan insentif sebagai penyebab utama. Namun, menurutnya ini juga merupakan bentuk kehati-hatian perusahaan baru dalam melihat kondisi krisis global. Seperti yang diketahui, tidak semua perusahaan yang IPO di tengah krisis yang berakhir mulus. "Ini karena ekstra kehati-hatian perusahaan baru untuk menghadapi global dan regional," jelasnya.
Dia menuturkan, di tengah fluktuasi sebenarnya ada penambahan secara netto kapitalisasi pasar dan kepercayaan Indonesia. "Mustinya 2013 semakin banyak yang bisa melihat kondisi 2012 sebagai pembelajaran bahwa kesempatan itu tidak hilang walau ada ketidakpastian di tingkat global," ucap Mahendra.
"Pada akhirnya bottomline kekuatan dan kesehatan perusahaan masing-masing dan dengan ekonomi indonesia yang Investment Grade dan makro solid mustinya perusahaan kita jauh lebih baik dari tahun lalu," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :