BCA incar industri kreatif dan importir

Jum'at, 05 Oktober 2012 - 15:13 WIB
BCA incar industri kreatif...
BCA incar industri kreatif dan importir
A A A
Sindonews.com - PT Bank Central Asia, Tbk (BBCA) kini tengah mengincar penyaluran pembiayaan pada sektor industri kreatif dan importir di Sulawesi Selatan (Sulsel). Ditetapkannya Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar sebagai pelabuhan pemasukan impor hortikultura menjadi alasan utama BCA mengincar pembiayaan importir.

“Kalau selama ini memang belum ada, karena importir yang ada di Sulsel belum begitu besar,” ujar Kepala Kantor Wilayah IV BCA Denpasar Frengky Chandra Kusuma saat ditemui di sela peresmian Kantor Cabang Pembantu (KCP) BCA Tamalanrea Makassar, Jumat (5/10/12).

Menurut Frengky, kebijakan pemerintah yang menetapkan Makassar jadi salah satu dari empat pelabuhan impor hortikultura akan membuat gairah perekonomian meningkat, khususnya yang bergerak di sektor impor hortikultura. Hanya saja karena baru berencana, BCA belum menetapkan target.

Sementara pada sektor industri kreatif sejauh ini telah dikelola oleh BCA, walau belum 100 persen. Pembiayaan industri kreatif oleh BCA masih digabung dengan program kredit usaha kecil dengan platform pembiayaan Rp500 juta ke bawah. Frengky mengaku, tengah mempelajari secara seksama prospek industri kreatif di Sulsel.

“Pada dasarnya, kami akan mengikuti kebijakan pemerintah dalam hal pembiayaan, dengan adanya instruksi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, agar bank ikut dipembiayaan industri kreatif beberapa waktu yang lalu, hal itu telah mendorong kami untuk mempelajari,” kata dia.

Sejauh ini, capaian pembiayaan BCA di Sulsel masih dikuasai oleh industri pengolahan, trading dan perhotelan. Dari total kredit per Agustur tahun ini Rp2,9 triliun, 30 persen di antaranya merupakan kredit consumer dengan dominasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Pencapaian kredit tersebut menurut Frengky telah melambung jauh dari total kredit tahun lalu. “Tumbuhnya sekitar 22 persen dari tahun lalu, kami harap tahun depan bahkan bisa tumbuh 50 persen dari tahun ini,” kata dia. Pertumbuhan 50 persen itu, termasuk pada pencapaian asset dan Dana Pihak Ketiga (DPK).
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Digelar Satu Bulan,...
Digelar Satu Bulan, BCA Expoversary Online 2021 Gaet 1 Juta Pengunjung
Bank Royal Ganti Nama...
Bank Royal Ganti Nama Jadi Bank Digital BCA
BCA Kanwil IV Catatkan...
BCA Kanwil IV Catatkan Laba Rp1,46 Triliun
Permudah Layanan kepada...
Permudah Layanan kepada Nasabah, BCA Relokasi KCU Metro
BCA Ajak Desa Binaan...
BCA Ajak Desa Binaan Lestarikan Lingkungan Lewat Pengelolaan Sampah
Layar ATM Bisa Diintip,...
Layar ATM Bisa Diintip, BCA Beri Penjelasan
Berita Terkini
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
9 menit yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
1 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
1 jam yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
3 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
3 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved