Industri Jamu RI terpuruk larangan ekspor

Minggu, 07 Oktober 2012 - 17:47 WIB
Industri Jamu RI terpuruk...
Industri Jamu RI terpuruk larangan ekspor
A A A
Sindonews.com - Pemerintah diminta segera mencari solusi agar produk jamu Indonesia bisa berkembang di pasar ekspor. Selama ini, ekspor jamu nasional tersendat akibat dilarang masuk ke sejumlah negara.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha (GP) Jamu Indonesia, Charles Saerang mengakui, sejak 10 tahun lalu, produk jamu Indonesia kesulitan masuk ke sejumlah negara. Hal tersebut juga terjadi pada beberapa produk jamu yang sebelumnya telah ekspor. Produk jamu Indonesia dilarang masuk ke beberapa negara karena dianggap mengandung bahan kimia.

"Pemerintah harus mengambil langkah setrategis agar produk jamu nasional bisa berkembang di pasar ekspor," kata Charles Saerang di Bandung, Minggu (7/10/2012).

Menurut dia, apabila pelarangan ekspor jamu terus terjadi, pengusaha jamu terancam bangkrut. Beberapa negara yang melarang masuknya jamu Indonesia di antaranya negara-negara di Eropa, Arab Saudi, Taiwan, China, Hongkong serta Malaysia. Mereka telah menyatakan pelarangan impor jamu dari Indonesia.

Dijelaskan dia, di negara tersebut, jamu Indonesia dianggap berbahaya. Jamu asal Indonesia dianggap mengandung bahan kimia. Akhirnya jamu Indonesia dilarang masuk di berbagai negara.

Gabungan pengusaha jamu Indonesia, lanjut dia, telah melakukan berbagai upaya agar bisa masuk ekspor. Termasuk menjelaskan tidak adanya unsur kimia. "Walaupun begitu, beberapa negara itu tetap melarang jamu Indonesia," timpal dia.

Akibatnya, ekspor jamu terus turun. Setiap tahunnya, volume ekspor jamu Indonesi paling tidak turun 2-3 persen. Charles mengatakan sebelum maraknya beredar jamu berbahan kimia, ekspor bisa mencapai 30 persen.

Tahun 2011 lalu, omzet industri jamu nasional mencapai Rp11 triliun dan tahun ini diprediksi mencapai Rp13 triliun. Omzet tersebut, pada dasarnya bisa besar lagi, apabila tidak ada peredaran jamu kimia. Dia mmeperkirakan, nilainya bisa mencapai Rp40 triliun. "Di pasar domestik, kami bersaing dengan jamu kimia. Kondisi ini semakin memperburuk market jamu tradisional," pungkas dia.

Peredaran jamu berbahan kimia ini dinilai Charles sangat merugikan industri jamu nasional. Produsen jamu kimia itu sendiri adalah ilegal. Ironisnya tidak ada ketegasan dari pemerintah untuk menindak produsen jamu berbahan kimia itu.

Lemahnya sanksi hukum terhadap jamu kimia, membuat peredarannya semakin marak. Di sisi lain banyak pelaku industri jamu menjadi gulung tikar. Padahal, ada sekitar 3 juta tenaga kerja yang bekerja di industri jamu. Mulai dari industri besar, menengah sampai kecil. Dari total 1.247 industri jamu di Indonesia, sekitar 10 industri yang tergolong industri besar.

Selain masalah itu, produk jamu juga mesti berhadapan dengan persepsi masyarakat soal jamu. Sebagian masyarakat menanggap, jamu harus manjur untuk menyembuhkan penyakit. Anggapan masyarakat itu tidak terlepas dari manjurnya jamu berbahan kimia sebagai obat.

"Padahal jamu itu bukan obat karena bersifat tidak menyembuhkan penyakit. Jamu itu bersifat preventif, menjaga tubuh supaya tetap sehat," timpal dia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dampak Corona, Perusahaan...
Dampak Corona, Perusahaan Jamu Ini Alami Lonjakan Permintaan
Strategi Industri Jamu...
Strategi Industri Jamu Agar Tetap 'Greng' Saat Pandemi
Perpres No. 54 Tahun...
Perpres No. 54 Tahun 2023 Dinilai Bikin Industri Jamu Tambah Perkasa
BPOM Dorong Pengumpulan...
BPOM Dorong Pengumpulan Bukti Empiris Khasiat Jamu Nusantara
Bahan Baku Jamu Masih...
Bahan Baku Jamu Masih Mengandalkan Impor dari China
Sandiaga Puji Perjuangan...
Sandiaga Puji Perjuangan Bakul Jamu yang Sukses di Tengah Pandemi
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
3 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
4 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
6 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
8 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
9 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
10 jam yang lalu
Infografis
Senjata Makan Tuan,...
Senjata Makan Tuan, Tarif Trump Ancam Industri Senjata AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved