BEI: Pemerintah dan DPR hambat IPO BUMN
Senin, 08 Oktober 2012 - 14:08 WIB
BEI: Pemerintah dan DPR hambat IPO BUMN
A
A
A
Sindonews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai, lemahnya dukungan Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) masih menjadi hambatan utama untuk melaksanakan penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Kendalanya di DPR dan kita dapat katakan bahwa proses di DPR menghambat IPO," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito di Gedung BEI, Jakarta, Senin (8/10/2012).
Saat ini, ada 140 BUMN, namun yang baru IPO ada 18 perusahaan. Bisa dikatakan tidak sampai satu perusahaan yang melakukan IPO dalam satu tahun.
"Pemerintah dalam hal ini DPR harus mendukung pelaksanaan IPO BUMN. Karena IPO BUMN penting bukan hanya untuk pasar modal Indonesia, tetapi untuk BUMN-nya sendiri," ungkap Ito.
Ito juga mencontohkan, bahwa hanya beberapa BUMN saja yang kurang berhasil yakni Kimia Farma dan Indofarma. Namun BRI cukup bagus, harga sahamnnya naik.
"Selain itu Telkom juga bagus, waktu IPO kapitalisasinya hanya Rp20 triliun. Bank Mandiri juga bagus, PTBA juga bagus, BUMN selalu positif tanggapannya," kata Ito.
"Kendalanya di DPR dan kita dapat katakan bahwa proses di DPR menghambat IPO," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito di Gedung BEI, Jakarta, Senin (8/10/2012).
Saat ini, ada 140 BUMN, namun yang baru IPO ada 18 perusahaan. Bisa dikatakan tidak sampai satu perusahaan yang melakukan IPO dalam satu tahun.
"Pemerintah dalam hal ini DPR harus mendukung pelaksanaan IPO BUMN. Karena IPO BUMN penting bukan hanya untuk pasar modal Indonesia, tetapi untuk BUMN-nya sendiri," ungkap Ito.
Ito juga mencontohkan, bahwa hanya beberapa BUMN saja yang kurang berhasil yakni Kimia Farma dan Indofarma. Namun BRI cukup bagus, harga sahamnnya naik.
"Selain itu Telkom juga bagus, waktu IPO kapitalisasinya hanya Rp20 triliun. Bank Mandiri juga bagus, PTBA juga bagus, BUMN selalu positif tanggapannya," kata Ito.
(gpr)
Lihat Juga :