KAI rencana hidupkan jalur kereta yang mati
Senin, 08 Oktober 2012 - 19:35 WIB
KAI rencana hidupkan jalur kereta yang mati
A
A
A
Sindonews.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI), berencana menghidupkan jalur kereta lama yang ada di daerah operasional (Daops) 6 Yogyakarta.
Jalur yang sudah mati ini, terbentang dari Palbapang (Bantul), sampai dengan Parakan (Temanggung), dan Ambarawa (Jawa Tengah). Jalur kereta antara Yogyakarta dan Jawa Tengah ini cukup berpotensi dikembangkan.
Selain untuk moda transportasi dan juga untuk jalur kereta wisata. Hanya saja proses pembangunan tidak mudah karena banyak jalur yang sudah berubah fungsi. Mulai dari stasiun yang beralih fungsi, hingga banyak bangunan di sepanjang jalur.
“Kalau ini dihidupkan lagi cukup bagus, untuk moda transportasi dan wisata,” jelas Kepala Humas PT KAI Daops 6 Yogyakarta, Senin (8/10/2012).
Menurutnya, jalur kereta yang mati ini panjangnya mencapai 258,6 kilometer. Panjang rel itu hampir menyamai jalur utama yang aktif yang mencapai 323,26 kilometer. Sedangkan rel cabang yang aktif hanya 37,1 kilometer. “Ide ini pernah muncul saat Menhub dijabat pak Jusman Syafii,” tambahnya.
PT KAI, imbuhnya, berharap Kementerian Perhubungan melakukan kajian kembali rencana mengaktifkan jalur yang sudah mati.
Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada, Kuncoro Harto Widodo menyambut baik rencana tersebut. Kereta akan menjadi salah satu alternatif sebagai moda transportasi massal yang murah. Apalagi jalur yang ada sudah cukup padat, khususnya pada jam kerja. “Ini sangat bagus, asal tidak menimbulkan konflik sosial di masyarakat,” terangnya.
Jalur yang sudah mati ini, terbentang dari Palbapang (Bantul), sampai dengan Parakan (Temanggung), dan Ambarawa (Jawa Tengah). Jalur kereta antara Yogyakarta dan Jawa Tengah ini cukup berpotensi dikembangkan.
Selain untuk moda transportasi dan juga untuk jalur kereta wisata. Hanya saja proses pembangunan tidak mudah karena banyak jalur yang sudah berubah fungsi. Mulai dari stasiun yang beralih fungsi, hingga banyak bangunan di sepanjang jalur.
“Kalau ini dihidupkan lagi cukup bagus, untuk moda transportasi dan wisata,” jelas Kepala Humas PT KAI Daops 6 Yogyakarta, Senin (8/10/2012).
Menurutnya, jalur kereta yang mati ini panjangnya mencapai 258,6 kilometer. Panjang rel itu hampir menyamai jalur utama yang aktif yang mencapai 323,26 kilometer. Sedangkan rel cabang yang aktif hanya 37,1 kilometer. “Ide ini pernah muncul saat Menhub dijabat pak Jusman Syafii,” tambahnya.
PT KAI, imbuhnya, berharap Kementerian Perhubungan melakukan kajian kembali rencana mengaktifkan jalur yang sudah mati.
Kepala Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada, Kuncoro Harto Widodo menyambut baik rencana tersebut. Kereta akan menjadi salah satu alternatif sebagai moda transportasi massal yang murah. Apalagi jalur yang ada sudah cukup padat, khususnya pada jam kerja. “Ini sangat bagus, asal tidak menimbulkan konflik sosial di masyarakat,” terangnya.
(gpr)
Lihat Juga :