BI : September, rupiah tertekan valas

Kamis, 11 Oktober 2012 - 16:59 WIB
BI : September, rupiah...
BI : September, rupiah tertekan valas
A A A
Sindonews.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah menyatakan, perkembangan nilai tukar rupiah pada September 2012 bergerak sesuai kondisi pasar dengan intensitas depresiasi yang menurun. Secara point-to-point, rupiah melemah sebesar 0,37 persen (mtm) ke level Rp9.570 per dolar AS atau secara rata-rata melemah 0,64 persen (mtm) menjadi Rp9.554 per dolar AS.

"Tekanan terhadap nilai tukar rupiah terutama berasal dari masih tingginya permintaan valuta asing (valas) untuk keperluan impor," kata Halim di Gedung BI Jakarta, Rabu (11/10/2012).

Dia menilai, intensitas tekanan terhadap rupiah menurun seiring besarnya aliran modal asing yang masuk. Kondisi ini sejalan dengan sentimen positif perekonomian global dan prospek ekonomi domestik yang tetap kuat.

Halim menambahkan, BI akan terus memantau pergerakan rupiah agar pelemahannya tidak menganggu stabilitas fundamental ekonomi. Dia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu khawatir dengan fluktuasi rupiah tersebut.

"BI jaga agar kurs tidak terlalu berlebihan. Kami melihat pertumbuhan ekonomi masih sesuai dengan kondisi fundumentalnya," tegasnya.

Dari sisi defisit transaksi berjalan (current account) kuartal III tahun ini, dia menuturkan, lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya, yakni sebesar 2,6 persen.

Halim menjelaskan membaiknya defisit transaksi berjalan di kuartal III tahun ini dikarenakan neraca perdagangan pada bulan Agustus 2012 yang tercatat surplus. Sementara, surplus transaksi modal dan finansial sejalan dengan aliran masuk modal portofolio yang cukup besar dan investasi langsung (FDI) yang tetap tinggi.

"Bahkan hingga akhir tahun angka defisit ini mampu menyentuh 2,2 persen dari GDP (produk domestik bruto)," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Bank Indonesia Sebut...
Bank Indonesia Sebut Pemilihan Deputi Gubernur BI Melalui Sistem Meritokrasi
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Tiga Kandidat Bersaing...
Tiga Kandidat Bersaing Uji Kelayakan Deputi Gubernur BI Hari Ini
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
11 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
45 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
1 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
4 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
Tarif Tol Dalam Kota...
Tarif Tol Dalam Kota Jakarta Naik Mulai 22 September 2024
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved