Ditengah krisis, otoritas pilih kebijakan longgar
Kamis, 11 Oktober 2012 - 17:15 WIB
Ditengah krisis, otoritas pilih kebijakan longgar
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Gubernur Bank Indonesia menilai, pertumbuhan ekonomi global cenderung tumbuh lebih lambat dari perkiraan dan masih dibayangi dengan ketidakpastian. Kondisi ini mendorong otoritas di berbagai negara untuk menempuh kebijakan yang lebih longgar untuk mendorong pemulihan ekonomi.
"Pemulihan ekonomi AS (Amerika Serikat) masih rentan, sementara ekonomi Eropa masih mengalami kontraksi seiring krisis yang masih berlanjut," kata Gubernur BI Darmin Nasution di kantornya, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Sementara itu, perekonomian China dan India juga diperkirakan semakin melambat. Inflasi global, lanjutnya secara umum juga relatif moderat, sejalan dengan harga komoditas dunia yang masih cenderung turun.
Darmin menekankan, kebijakan yang lebih longgar ini telah menimbulkan sentimen positif di pasar keuangan global. "Termasuk arus modal asing ke negara-negara emerging market (berkembang)," tegasnya.
Sementara itu, perekonomian domestik masih tumbuh cukup baik walaupun tidak setinggi perkiraan semula. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2012 diperkirakan sebesar 6,3 persen, lebih rendah dari prakiraan sebelumnya akibat menurunnya kinerja sektor eksternal.
"Meskipun konsumsi dan investasi yang berorientasi permintaan domestik tetap tumbuh tinggi, penurunan ekspor telah berdampak pada penurunan produksi dan investasi yang berorientasi ekspor," pungkasnya.
"Pemulihan ekonomi AS (Amerika Serikat) masih rentan, sementara ekonomi Eropa masih mengalami kontraksi seiring krisis yang masih berlanjut," kata Gubernur BI Darmin Nasution di kantornya, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Sementara itu, perekonomian China dan India juga diperkirakan semakin melambat. Inflasi global, lanjutnya secara umum juga relatif moderat, sejalan dengan harga komoditas dunia yang masih cenderung turun.
Darmin menekankan, kebijakan yang lebih longgar ini telah menimbulkan sentimen positif di pasar keuangan global. "Termasuk arus modal asing ke negara-negara emerging market (berkembang)," tegasnya.
Sementara itu, perekonomian domestik masih tumbuh cukup baik walaupun tidak setinggi perkiraan semula. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2012 diperkirakan sebesar 6,3 persen, lebih rendah dari prakiraan sebelumnya akibat menurunnya kinerja sektor eksternal.
"Meskipun konsumsi dan investasi yang berorientasi permintaan domestik tetap tumbuh tinggi, penurunan ekspor telah berdampak pada penurunan produksi dan investasi yang berorientasi ekspor," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :