Multiple licence diterapkan, modal inti bank Rp5 T
Kamis, 11 Oktober 2012 - 17:44 WIB
Multiple licence diterapkan, modal inti bank Rp5 T
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia memastikan adanya pengelompokan struktur modal perbankan setelah adanya aturan izin bertahap atau multiple license pada awal bulan November mendatang. BI akan mengatur kedalam empat kelompok modal.
"Kita memberikan kesempatan bank-bank yang mau bermain di segmennya dengan modal bisnis yang sesuai," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah di Gedung BI, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Menurut dia, perbankan akan lebih spesifik dalam menjalani bisnis dengan modal inti minimal Rp5 triliun. "Kalau dengan Rp5 triliun bisnis modalnya tidak mungkin sepenuhnya memberikan kredit ke korporasi jadi harus ke menengah ke bawah," ucapnya.
Jika sebuah bank terlanjur bermain semua bisnis, Halim menjelaskan, kedepannya BI akan melihat bagaimana kesiaapan modal dan sumber daya manusia (SDM).
"Kita lihat nanti kalau ada bank yang ingin bermain di retail atau mikro, apakah dia (bank) punya kapasitas untuk kesana. Jadi lebih teknis. Bisa saja, dia bermain di sektor menengah," tegasnya
Kedepan, perbankan Indonesia akan diberikan dua pilihan untuk terus melanjutkan bisnisnya dengan menambahkan jumlah modalnya atau tetap fokus pada satu bidang yang sesuai dengan permodalannya.
"Kalau dia ada dimana-mana serta modalnya tidak mencukupi, maka ada dua pilihan, apakah akan menambah modalnya atau regrouping lagi," pungkasnya.
"Kita memberikan kesempatan bank-bank yang mau bermain di segmennya dengan modal bisnis yang sesuai," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah di Gedung BI, Jakarta, Kamis (11/10/2012).
Menurut dia, perbankan akan lebih spesifik dalam menjalani bisnis dengan modal inti minimal Rp5 triliun. "Kalau dengan Rp5 triliun bisnis modalnya tidak mungkin sepenuhnya memberikan kredit ke korporasi jadi harus ke menengah ke bawah," ucapnya.
Jika sebuah bank terlanjur bermain semua bisnis, Halim menjelaskan, kedepannya BI akan melihat bagaimana kesiaapan modal dan sumber daya manusia (SDM).
"Kita lihat nanti kalau ada bank yang ingin bermain di retail atau mikro, apakah dia (bank) punya kapasitas untuk kesana. Jadi lebih teknis. Bisa saja, dia bermain di sektor menengah," tegasnya
Kedepan, perbankan Indonesia akan diberikan dua pilihan untuk terus melanjutkan bisnisnya dengan menambahkan jumlah modalnya atau tetap fokus pada satu bidang yang sesuai dengan permodalannya.
"Kalau dia ada dimana-mana serta modalnya tidak mencukupi, maka ada dua pilihan, apakah akan menambah modalnya atau regrouping lagi," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :