Produk UMKM Depok belum dikenal khalayak
Kamis, 11 Oktober 2012 - 19:39 WIB
Produk UMKM Depok belum dikenal khalayak
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Depok, Muhammad Fuad mengatakan, usaha kecil menengah dan mikro (UMKM) di Depok belum bisa bersaing di pasar.
Untuk itu pihaknya meminta adanya upaya serius guna memajukan UMKM Depok. Salah satu kendala besar yang dihadapi adalah masalah branding UMKM Depok yang belum dikenal khalayak. "UMKM Depok belum memiliki produk unggulan sehingga belum dapat bersaing," kata Fuad, Kamis (11/10/2012).
Menurut dia, dalam segi harga pun UMKM Depok belum dapat bersaing. Misalnya, harga produk olahan UMKM Depok lebih mahal dibandingkan dengan pasar modern.
Dikatakan dia, situasi demikian membuat pihaknya kesulitan memberdayakan UMKM dan produk lokal. Pasalnya, konsumen tentu memilih produk dengan harga lebih rendah.
"Kami meminta Pemkot Depok untuk bisa melakukan reinventarisir produk unggulan dengan didukung semua sarana. Selain itu, pelatihan dalam pengembangan UMKM belum menyentuh pada sasarannya," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad mengaku telah mengadakan pelatihan pengembangan ekonomi dan UMKM. Sebelumnya, pelatihan pemberdayaan ekonomi pemuda yang dimotori oleh Dinas Koperasi UMKM & Pasar yang diikuti oleh 421 peserta.
Menurutnya, hingga 2016 pelatihan untuk kurang lebih 3.000 pemuda akan terus dilaksanakan. Selain itu, dalam bidang permodalan juga telah membuka dialog pertemuan bersama pihak perbankan.
"Kita juga akan membuat sentra-sentra produksi UMKM di sejumlah tempat. Ini semua merupakan bagaian dari pengembangan ekonomi dan kewirausahaan pada masyarakat," ujar Idris.
Untuk itu pihaknya meminta adanya upaya serius guna memajukan UMKM Depok. Salah satu kendala besar yang dihadapi adalah masalah branding UMKM Depok yang belum dikenal khalayak. "UMKM Depok belum memiliki produk unggulan sehingga belum dapat bersaing," kata Fuad, Kamis (11/10/2012).
Menurut dia, dalam segi harga pun UMKM Depok belum dapat bersaing. Misalnya, harga produk olahan UMKM Depok lebih mahal dibandingkan dengan pasar modern.
Dikatakan dia, situasi demikian membuat pihaknya kesulitan memberdayakan UMKM dan produk lokal. Pasalnya, konsumen tentu memilih produk dengan harga lebih rendah.
"Kami meminta Pemkot Depok untuk bisa melakukan reinventarisir produk unggulan dengan didukung semua sarana. Selain itu, pelatihan dalam pengembangan UMKM belum menyentuh pada sasarannya," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad mengaku telah mengadakan pelatihan pengembangan ekonomi dan UMKM. Sebelumnya, pelatihan pemberdayaan ekonomi pemuda yang dimotori oleh Dinas Koperasi UMKM & Pasar yang diikuti oleh 421 peserta.
Menurutnya, hingga 2016 pelatihan untuk kurang lebih 3.000 pemuda akan terus dilaksanakan. Selain itu, dalam bidang permodalan juga telah membuka dialog pertemuan bersama pihak perbankan.
"Kita juga akan membuat sentra-sentra produksi UMKM di sejumlah tempat. Ini semua merupakan bagaian dari pengembangan ekonomi dan kewirausahaan pada masyarakat," ujar Idris.
(gpr)
Lihat Juga :