Utang UMKM korban gempa DIY belum dihapus

Jum'at, 12 Oktober 2012 - 14:09 WIB
Utang UMKM korban gempa...
Utang UMKM korban gempa DIY belum dihapus
A A A
Sindonews.com - Kredit yang ditanggung para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi korban gempa bumi Daerah Istimewah Yogyakarta (DIY) 2006 silam nilainya masih Rp40 milliar.

Hingga enam tahun berjalan, belum ada regulasi pasti untuk menghapus kredit tersebut. Kebijakan pemerintah untuk menghapus, masih belum dilaksanakan sejumlah perbankan.

Ketua Komunitas UMKM DIY Prasetyo Atmosutidjo mengatakan jumlah tersebut merupakan data terbaru yang dihitung sekitar sebulan lalu. Sebelumnya pada 2010 lalu, jumlah kredit yang ditanggung besarnya mencapai Rp75 milliar.

Beberapa perbankan yang menyalurkan kredit, telah menghapuskan melalui program Corporate Social responsibility (CSR). “Terakhir data kita masih segitu (RP 40 miliar),” jelas Prasetyo di Yogyakarta, Jumat (12/10/2012).

Menurutnya, kebanyakan utang gempa ini berada di Bank Mandiri dan Bank Tabungan Negara (BTN). Sebagian kecil lainnya berada pada koperasi dan lembaga keuangan lain. Para pelaku UMKM sendiri berharap pemerintah benar-benar merealisasikan janjinya untuk menghapus kredit ini.

Sebenarnya, ujar Prasetyo, tidak ada alasan bagi perbankan untuk menunda penghapusan kredit tersebut. Pemerintah sejak lama telah menyerahkan kepada BUMN untuk menghapukan kredit melalui CSR.

Bahkan terakhir ada keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mendukung penghapusan kredit yang ada di BUMN. “Kita akan mendesak kepada Komisi VI agar masalah ini segera diselesaikan,” jelasnya.

Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemda DIY, Retno Setijowati mengatakan sampai saat ini belum mendapatkan petikan putusan dari MK tersebut. Justru informasi diperoleh dari UMKM yang gencar mendesak pemda DIY untuk memfasilitasi penghapusan kredit gempa.

Selama ini, penghapusan utang memang sudah menjadi agenda nasional. Saat itu Komisi IV DPR RI telah melakukan kunjungan ke daerah untuk memastikan kredit yang macet yang ditanggung UMKM korban gempa. Saat itu disepakati akan ada kucuran dana dari pusat untuk menangani permasalahan tersebut.

Hanya saja dana ini urung turun, karena belum ada Kementerian atau lembaga yang ditunjuk. Justru dari pusat muncul agar diselesaikan oleh masing-maisng perbankan yang merupakan BUMN melalui CSR. “Kita malah belum tahu, kalau sudah ada putusan MK untuk itu,” jelasnya.

Jika memang ini benar, Pemda DIY akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk memfasilitasi pertemuan. Dimana Bank Indoensia merupakan lembaga pengawas perbankan, yang bisa ikut mendesak proses percepatan penghapusan kredit. “Nanti bersama Bank Indonesia, kita siap menindaklanjutinya,” tegasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sri Minta Perbankan...
Sri Minta Perbankan Jangan Takut Kasih Utang ke UMKM
OJK Siap Longgarkan...
OJK Siap Longgarkan Aturan Batas Maksimum Kredit Di Masa Pandemi
Pemerintah Bakal Hapus...
Pemerintah Bakal Hapus Kredit Macet UMKM, BRI Sudah Usulkan Sejak 2021
Respons Rencana Hapus...
Respons Rencana Hapus Kredit Macet UMKM, Asprindo: Perlu Didampingi Agar Bisa Bangkit
Kenaikan Pagu Kredit...
Kenaikan Pagu Kredit BRI Dorong Kebangkitan UMKM
Triwulan I 2021, Kucuran...
Triwulan I 2021, Kucuran Kredit Sektor UMKM di Jawa Timur Minus 1,40 Persen
Berita Terkini
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
41 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
49 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
Terdeteksi, Fenomena...
Terdeteksi, Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved