Harga properti berpotensi bubble

Jum'at, 12 Oktober 2012 - 14:19 WIB
Harga properti berpotensi...
Harga properti berpotensi bubble
A A A
Sindonews.com – Harga perumahan komersil di Jawa Barat berpotensi terjadi bubble (gelembung) akibat tidak ada regulasi yang mengatur penaikan harga tanah dan bangunan.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Pasundan (Unpas) Acuviarta Kartabi mengatakan, dalam kurun beberapa tahun terakhir, harga tanah di sejumlah kota besar di Jawa Barat bergerak cukup signifikan.

Harga tanah, rata-rata mengalami kenaikan sekitar 15 persen per tahun. Kenaikan tersebut, secara tidak langsung berimbas terhadap harga properti komersial. “Kalau pergerakan harga tanah dan perumahan dibiarkan begitu saja akan berpotensi terjadi bubble,” kata Acuviarta Kartabi di Bandung, Jumat (12/10/2012).

Sayangnya, lanjut dia, pergerakan harga tanah dan perumahan tidak dilakukan beradasarkan mekanisme tertentu. Sebaliknya, kenaikan tersebut berpatokan pada harga yang dibuat pemilik tanah dan pengusaha.

Padahal, kenaikan harga tanah dan perumahan mestinya didasarkan pada beberapa faktor terkait, seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi dan lainnya. Pergerakan harga properti yang cenderung bebas, memperkecil kesempatan masyarakat berpenghasilan sedang mendapatkan perumahan yang layak.

Diketahui, selama tiga tahun, harga perumahan di kawasan Bandung meningkat sekitar 50 persen. Kenaikan terutama terjadi pada perumahan mewah yang terletak di pusat kota. Harga perumahan tipe 64 misalnya, pada tahun 2009 sekitar Rp375 juta.

Saat ini, harga rumah dengan tipe sama dijual sekitar Rp750 juta. Harga tersebut bisa lebih tinggi, apabila berada pada tempat strategis.

Ditemui terpisah, Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jabar Yana Mulyana Suparjo mengatakan, potensi terjadinya bubble sangat sulit terjadi. Saat ini, harga perumahan di Jabar rata-rata naik sekitar 10 persen per tahun.

Selain itu, sejumlah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah juga meminimalisir terjadinya bubble. “Sekarang, kredit macet (non performing loan/NPL) perumahan tidak terlalu besar. Pemerintah juga membuat aturan soal batasan uang muka minimal 30 persen. Artinya, potensi terjadi bubble untuk perumahan di Jabar masih sangat jauh,” tegas dia.

Ketika disinggung terkait pergerakan harga perumahan, Yana berpendapat, mekanisme harga perumahan didasarkan pada kondisi pasar, supply dan demand. Harga akan mengalami kenaikan, apabila permintaan perumahan tinggi. Begitu juga sebaliknya, harga perumahan akan statis atau tidak mengalami kenaikan apabila permintaan menurun.

Tingginya harga perumahan di Jabar, juga tidak perlu dirisaukan karena sampai saat ini, permintaan masyarakat terhadap perumahan masih tinggi. “Kenaikan harga perumahan juga tidak bisa dilakukan asal-asalan. Kami pun mempertimbangkan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan faktor lainnya,” imbuh Yana.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rumah Terjangkau Tanpa...
Rumah Terjangkau Tanpa Bunga di Perumahan Al Kautsar Gelar Serah Terima
Sinarmasland Luncurkan...
Sinarmasland Luncurkan Fase Ketiga Program Move In Quickly
Kuartal II 2020 Tren...
Kuartal II 2020 Tren Pencarian Rumah di Bogor Meningkat
Akomodir Kebutuhan Hunian,...
Akomodir Kebutuhan Hunian, Gemilang Cipta Realty Luncurkan Dua Produk Baru
Menjadi Developer Tangguh...
Menjadi Developer Tangguh Dibutuhkan Sinergi Apersi dan ESQ
3 Juta Rumah Era Prabowo...
3 Juta Rumah Era Prabowo Terbuka Buat 9 Naga, Hashim Ungkap Syaratnya
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
4 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
5 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
7 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
9 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
10 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
11 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved