Pemerintah dinilai kecanduan utang

Selasa, 16 Oktober 2012 - 16:19 WIB
Pemerintah dinilai kecanduan...
Pemerintah dinilai kecanduan utang
A A A
Sindonews.com - Tidak kunjung tuntasnya upaya pemerintah dalam menyelesaikan utang dari lembaga keuangan luar negeri mengindikasi pemerintah telah kecanduan utang. Kondisi tersebut juga menunjukkan, pemerintah telah gagal melakukan managemen keuangan negara.

Demikian diutarakan Direktur Indef Enny Sri Hartati dalam acara Pra Sarasehan Ekonomi Menyongsong 2014, dengan tema "RAPBN 2013 : Warisan Buruk untuk Pemerintah yang akan datang" di Gedung Energy Tower, Jakarta, Selasa (16/10/2012).

"Ini (kecanduan utang) bisa dilihat dari besarnya penetapan defisit anggaran sebesar Rp150,2 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2013," terangnya dalam kesempatan tersebut.

Salah satu contohnya, penetapan defisit anggaran sebesar Rp150,2 triliun atau 1,62 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), yang ditutupi pemerintah melalui utang baru. Padahal, posisi outstanding utang pemerintah yang tercatat hingga akhir Juni 2012 telah mencapai Rp1.938,6 triliun.

"Ini menunjukan bahwa pengelolaan utang belum dilakukan secara efektif dan efisien," simpulnya.

Saat ini, lanjutnya, Indonesia tengah dibebani dengan begitu besaranya beban bunga dan cicilan utang yang jauh melampaui alokasi rasio belanja modal terhadap belanja pemerintah pusat, dimana rata-ratanya hanya berkisar 12 persen. Sementara untuk pembayaran cicilan pokok utang plus bunga utang mencapai 22,2 persen dalam APBN tahun anggaran 2008-2012.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
1 menit yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
1 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
1 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
1 jam yang lalu
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
1 jam yang lalu
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
1 jam yang lalu
Infografis
Mel Gibson Serukan Pemerintah...
Mel Gibson Serukan Pemerintah AS Bongkar Kebenaran Serangan 9/11
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved