Gatot jelaskan kondisi ekonomi Indonesia di Jepang
Selasa, 16 Oktober 2012 - 16:59 WIB
Gatot jelaskan kondisi ekonomi Indonesia di Jepang
A
A
A
Sindonews.com - Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI) Gatot M Suwondo mengaku kaget pada pertemuan Dana Moneter International (IMF), yang diikutinya di Jepang beberapa waktu lalu. Pasalnya, niatnya untuk mengenalkan perbankan, justru ditanya kondisi perekonomian makro di Indonesia.
Dalam waktu yang cukup singkat itu, Gatot bertemu dengan banyak CEO perusahaan di sana."Saya juga heran, kenapa banyak yang menanyakan hal itu," ucap Gatot di Gedung BNI, Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Kendati demikian, menurutnya, hal itu merupakan kewajaran karena sejumlah CEO perusahaan tersebut tertarik mengetahui perkembangan ekonomi di Indonesia, yang begitu banyak dipuji orang. Sejumlah perusahaan ingin mengetahui pandangan dari sisi perbankan.
"Karena banyak yang ngomong. Jadi ingin ngecek lagi, dari sini gimana, dari sana gimana," jelasnya.
Dia mengaku, itu merupakan kesempatan yang jarang terjadi untuk mempromosikan Indonesia, sehingga Gatot menceritakan berbagai kelebihan yang ada Indonesia, seperti kekuatan konsumsi domestik, peningkatan kelas menengah dan kekuatan sumber daya alam (SDA).
Meski dalam pertemuan tersebut, belum terjadi kesepakatan untuk melakukan investasi di Indonesia, namun dengan mengenalkan Indonesia dan mengundang sejumlah perusahaan tersebut akan membuka peluang untuk menanamkan investasinya di Tanah Air.
"Kita harus tahu industri berapa, jadi memang belum ada (kesepakatan investasi). Sekarang, gimana cara mengundang dulu deh," pungkasnya.
Dalam waktu yang cukup singkat itu, Gatot bertemu dengan banyak CEO perusahaan di sana."Saya juga heran, kenapa banyak yang menanyakan hal itu," ucap Gatot di Gedung BNI, Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Kendati demikian, menurutnya, hal itu merupakan kewajaran karena sejumlah CEO perusahaan tersebut tertarik mengetahui perkembangan ekonomi di Indonesia, yang begitu banyak dipuji orang. Sejumlah perusahaan ingin mengetahui pandangan dari sisi perbankan.
"Karena banyak yang ngomong. Jadi ingin ngecek lagi, dari sini gimana, dari sana gimana," jelasnya.
Dia mengaku, itu merupakan kesempatan yang jarang terjadi untuk mempromosikan Indonesia, sehingga Gatot menceritakan berbagai kelebihan yang ada Indonesia, seperti kekuatan konsumsi domestik, peningkatan kelas menengah dan kekuatan sumber daya alam (SDA).
Meski dalam pertemuan tersebut, belum terjadi kesepakatan untuk melakukan investasi di Indonesia, namun dengan mengenalkan Indonesia dan mengundang sejumlah perusahaan tersebut akan membuka peluang untuk menanamkan investasinya di Tanah Air.
"Kita harus tahu industri berapa, jadi memang belum ada (kesepakatan investasi). Sekarang, gimana cara mengundang dulu deh," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :