BNI tambah pendapatan dari piutang hapus buku

Selasa, 16 Oktober 2012 - 17:25 WIB
BNI tambah pendapatan...
BNI tambah pendapatan dari piutang hapus buku
A A A
Sindonews.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) memungkinkan adanya tambahan minimal dari piutang perusahaan yang sudah dihapus buku. Diketahui, nilainya bisa mencapai Rp4,8 triliun.

"Paling tidak 20 persen dari total piutang kami yang sudah dihapus buku yang sebesar Rp24 triliun," kata Direktur Utama BNI Gatot M. Suwondo di Gedung BNI, Jakarta, Selasa (16/10/2012).

Menurutnya, piutang ini dapat menjadi tambahan bagi pos pendapatan yang kemudian dapat menambah modal perusahaan. Penerimaan dari piutang ini bisa didapatkan BNI mulai tahun depan. "Ya mungkin sekitar tahun depan bisa" ucapnya.

Sebelumnya diketahui, BNI baru akan menjalankan penghapusan tagih dari piutang tersebut di tahun depan. Dalam hapus tagih piutang ini dapat berupa haircut, penghapusan bunga atau dijadwal ulang.

Gatot mengungkapkan jika mayoritas piutang yang sudah dihapus buku oleh BNI adalah di sektor UMKM. "Karena piutang sektor korporasi sudah dipindah BPPN semuanya," tambahnya.

Saat ini, BNI tengah merancang peraturan internal untuk penghapusan piutang ini setelah Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merestui penghapusan tersebut legal hanya dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Putusan yang dimaksud adalah putusan MK nomer 77 tanggal 21 September 2012 yang membatalkan mengenai frasa "badan-badan negara" pada Undang-Undang Nomor 49 Prp Tahun 1960 tentang Panitia Urusan Piutang Negara (UU PUPN).

Dimana perbankan BUMN ini mendapatkan waktu satu bulan untuk merumuskan standard operating procedure (SOP) dari Kementerian BUMN. Setelah itu, pihak perbankan tersebut akan menghadap Kementerian BUMN yang melakukan konsultasi dengan Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BNI Hadir Lebih Dekat...
BNI Hadir Lebih Dekat di HUT ke-79, Sapa Nasabah Rayakan Momen Perjalanan Tumbuh Bersama
HUT BNI ke-74, Pegawai...
HUT BNI ke-74, Pegawai dan Serikat Pekerja Sebar 146.000 Paket Sembako
BNI Ubah Jam Operasional...
BNI Ubah Jam Operasional Selama Bulan Ramadan
BNI Catat Kenaikan Transaksi...
BNI Catat Kenaikan Transaksi Nasabah Premium di Private Event BNI-Emirates Travel Fair 2025
Peringati HUT ke-76,...
Peringati HUT ke-76, BNI Terus Berkomitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan SDM
Bantu Perangi COVID-19,...
Bantu Perangi COVID-19, UKM Binaan BNI Turut Produksi APD
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
13 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
46 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
1 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
4 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved