Hyundai bangun power plant di Arab
Rabu, 17 Oktober 2012 - 09:20 WIB
Hyundai bangun power plant di Arab
A
A
A
Sindonews.com – Perusahaan konglomerasi Korea Selatan (Korsel) Hyundai Heavy Industries kemarin menyatakan akan menggarap proyek pembangkit listrik di Arab Saudi senilai USD3,2 miliar.
Dalam skema kerja sama yang dibuat bersama otoritas energi Arab Saudi, Hyundai akan membangun pembangkit listrik berkapasitas 2.640 megawatt (MW) di lokasi yang berjarak sekitar 20 kilometer (km) dari Jeddah.
Proyek yang tidak jauh dari Laut Merah tersebut diperkirakan rampung pada 2017. “Kapasitas pembangkit listrik tersebut setara dengan 5 persen dari suplai listrik di Timur Tengah,” kata Hyundai dikutip AFP, Selasa (16/10/2012).
Dalam beberapa tahun terakhir, Hyundai yang juga memproduksi kapal laut berukuran besar terus memperkuat pasarnya di sektor konstruksi seiring lemahnya permintaan pesanan kapal dari Eropa yang sedang terkena krisis utang. Tahun ini perusahaan yang juga memiliki bisnis automotif, permesinan dan alat berat ini menargetkan pendapatan USD24 miliar dari semua divisi.
Namun, dari jumlah tersebut hingga Oktober ini baru USD8 miliar yang didapat termasuk kontrak di Arab Saudi. Pada proyek di Arab Saudi, Hyundai yang memenangkan tender dari perusahaan pemerintah Saudi Electricity Co (SEC) itu menggandeng mitra dari Jepang yakni Mitsubishi Heavy Industries yang akan menyuplai perangkat kelistrikan.
“Proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi perusahaan listrik negara dengan target mengurangi biaya hingga 40 persen dari sektor bakar minyak,” ujar Chief Executive SEC Ali bin Saleh al-Barrak dikutip Reuters.
Sekadar diketahui, SEC hingga saat ini total memiliki jaringan instalasi listrik dengan kapasitas sebesar 54.000 MW dan akan bertambah sekitar 4.000 MW dalam 12 bulan ke depan guna mengantisipasi naiknya permintaan.
Dalam skema kerja sama yang dibuat bersama otoritas energi Arab Saudi, Hyundai akan membangun pembangkit listrik berkapasitas 2.640 megawatt (MW) di lokasi yang berjarak sekitar 20 kilometer (km) dari Jeddah.
Proyek yang tidak jauh dari Laut Merah tersebut diperkirakan rampung pada 2017. “Kapasitas pembangkit listrik tersebut setara dengan 5 persen dari suplai listrik di Timur Tengah,” kata Hyundai dikutip AFP, Selasa (16/10/2012).
Dalam beberapa tahun terakhir, Hyundai yang juga memproduksi kapal laut berukuran besar terus memperkuat pasarnya di sektor konstruksi seiring lemahnya permintaan pesanan kapal dari Eropa yang sedang terkena krisis utang. Tahun ini perusahaan yang juga memiliki bisnis automotif, permesinan dan alat berat ini menargetkan pendapatan USD24 miliar dari semua divisi.
Namun, dari jumlah tersebut hingga Oktober ini baru USD8 miliar yang didapat termasuk kontrak di Arab Saudi. Pada proyek di Arab Saudi, Hyundai yang memenangkan tender dari perusahaan pemerintah Saudi Electricity Co (SEC) itu menggandeng mitra dari Jepang yakni Mitsubishi Heavy Industries yang akan menyuplai perangkat kelistrikan.
“Proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi perusahaan listrik negara dengan target mengurangi biaya hingga 40 persen dari sektor bakar minyak,” ujar Chief Executive SEC Ali bin Saleh al-Barrak dikutip Reuters.
Sekadar diketahui, SEC hingga saat ini total memiliki jaringan instalasi listrik dengan kapasitas sebesar 54.000 MW dan akan bertambah sekitar 4.000 MW dalam 12 bulan ke depan guna mengantisipasi naiknya permintaan.
(rna)
Lihat Juga :