Grup Bakrie klaim kooperatif dengan investigasi
Kamis, 18 Oktober 2012 - 18:38 WIB
Grup Bakrie klaim kooperatif dengan investigasi
A
A
A
Sindonews.com - Babak baru konflik di tubuh Bumi Plc, yang ditandai dengan pengunduran diri Nathaniel Rotschild tidak serta merta menghentikan proses investigasi yang sebelumnya gencar diberitakan. Sementara Grup Bakrie mengaku akan tetap kooperatif menerima hasil investigasi tersebut.
"Kami kooperatif dengan Bumi Plc pada semua tahapan," ujar Vice President Bakrie Grup, Christopher Fong saat dikonfirmasi, Kamis (18/10/2012).
Kendati mengaku akan kooperatif dan menerima apapun hasil investigasi, Fong masih enggan membeberkan perihal harapan pihaknya atas hasil investigasi tersebut. "Kita tidak bisa berspekulasi mengenai detail yang tetap rahasia," ujarnya.
Akibatnya, keinginan Grup Bakrie untuk bisa membeli saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dari Bumi Plc harus menunggu hasil investigasi yang dilakukan tim penyidik Bumi Plc terkait dugaan penyelewengan keuangan di BUMI.
Presiden Direktur PT Borneo Lumbung Energy & Metal Tbk (BORN) Alexander Ramli dalam keterbukaan informasi Bursa hari ini menuturkan, Bumi Plc telah menunjuk Rotchschild Group untuk mengevaluasi masing-masing dari tiga proposal atas dasar, antara lain penilaian mereka atas pemegang saham dan pengiriman serta pelaporan kepada direksi independen dan selanjutnya kepada dewan.
Dalam proposal yang diungkapkannya, Grup Bakrie akan melepas kepemilikan di Bumi Plc sebesar 23,8 persen untuk ditukar dengan 10 persen kepemilikan di Bumi Resources.
Pada proposal tahap kedua, Grup Bakrie akan membeli 18,9 persen sisa saham Bumi Plc di unit usaha Indonesia senilai USD278 juta (Rp2,6 triliun). Bakrie kemudian dapat mengendalikan 29 persen saham Bumi Resources dan tidak perlu berhubungan dengan Bumi Plc.
Dalam proposal tahap ketiga, Bakrie akan membeli aset tambang lain milik Bumi Plc, yakni 85 persen saham di PT Berau Coal Energy senilai USD950 juta (Rp9,1 triliun).
"Kami kooperatif dengan Bumi Plc pada semua tahapan," ujar Vice President Bakrie Grup, Christopher Fong saat dikonfirmasi, Kamis (18/10/2012).
Kendati mengaku akan kooperatif dan menerima apapun hasil investigasi, Fong masih enggan membeberkan perihal harapan pihaknya atas hasil investigasi tersebut. "Kita tidak bisa berspekulasi mengenai detail yang tetap rahasia," ujarnya.
Akibatnya, keinginan Grup Bakrie untuk bisa membeli saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) dari Bumi Plc harus menunggu hasil investigasi yang dilakukan tim penyidik Bumi Plc terkait dugaan penyelewengan keuangan di BUMI.
Presiden Direktur PT Borneo Lumbung Energy & Metal Tbk (BORN) Alexander Ramli dalam keterbukaan informasi Bursa hari ini menuturkan, Bumi Plc telah menunjuk Rotchschild Group untuk mengevaluasi masing-masing dari tiga proposal atas dasar, antara lain penilaian mereka atas pemegang saham dan pengiriman serta pelaporan kepada direksi independen dan selanjutnya kepada dewan.
Dalam proposal yang diungkapkannya, Grup Bakrie akan melepas kepemilikan di Bumi Plc sebesar 23,8 persen untuk ditukar dengan 10 persen kepemilikan di Bumi Resources.
Pada proposal tahap kedua, Grup Bakrie akan membeli 18,9 persen sisa saham Bumi Plc di unit usaha Indonesia senilai USD278 juta (Rp2,6 triliun). Bakrie kemudian dapat mengendalikan 29 persen saham Bumi Resources dan tidak perlu berhubungan dengan Bumi Plc.
Dalam proposal tahap ketiga, Bakrie akan membeli aset tambang lain milik Bumi Plc, yakni 85 persen saham di PT Berau Coal Energy senilai USD950 juta (Rp9,1 triliun).
(rna)
Lihat Juga :