Menkeu minta BPK tidak terintervensi kasus Hambalang
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 10:49 WIB
Menkeu minta BPK tidak terintervensi kasus Hambalang
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar terjaga dari intervensi. Hal tersebut disampaikan Agus ketika memberikan kata sambutan pada acara Evaluasi Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga pada Portfolio Auditorat Keuangan Negara II BPK RI.
"Kalau betul ada bentuk intervensi, tolong dijaga," kata Agus di kantornya, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Dalam acara yang juga hadir anggota BPK Taufiqurachman Ruki itu, Agus menyatakan, hal ini setelah mengetahui mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut mengungkapkan ada intervensi di tubuh institusinya pada kasus proyek Hambalang.
Agus mengutarakan simpatinya kepada BPK. Dia mengaku mengenal sosok Taufieq sebagai seseorang yang bisa menjaga stabilitas institusinya. "BPK adalah lembaga nasional, kami betul berharap hal-hal yang tidak jernih, fitnah dan lain-lain dapat ditegakkan," jelasnya.
Sebelumnya, anggota BPK Taufiqurachman Ruki menilai laporan audit investigasi BPK mengenai proyek pembangunan sarana olah raga di Hambalang, Bogor diintervensi. Pasalnya, dalam laporan tersebut, nama Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Malarangeng dan sejumlah perusahaan kontraktor tidak dinyatakan terlibat.
Padahal, dalam pemeriksaan awal yang dilakukan BPK, kata Ruki, terdapat sejumlah bukti keterlibatan Andi Malarangeng dan sejumlah perusahaan kontraktor tersebut dalam proyek Hambalang.
"Karena tidak ada nama Menpora dan korporasi-korporasi yang menerima aliran dana dalam laporan tersebut, saya meminta tim pemeriksa untuk mempertbaiki laporannya. Kalau tetap tidak ada nama Menpora dan perusahaan-perusahaan itu, saya tidak akan tanda tangan lapooran tesebut," ucapnya.
"Kalau betul ada bentuk intervensi, tolong dijaga," kata Agus di kantornya, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Dalam acara yang juga hadir anggota BPK Taufiqurachman Ruki itu, Agus menyatakan, hal ini setelah mengetahui mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut mengungkapkan ada intervensi di tubuh institusinya pada kasus proyek Hambalang.
Agus mengutarakan simpatinya kepada BPK. Dia mengaku mengenal sosok Taufieq sebagai seseorang yang bisa menjaga stabilitas institusinya. "BPK adalah lembaga nasional, kami betul berharap hal-hal yang tidak jernih, fitnah dan lain-lain dapat ditegakkan," jelasnya.
Sebelumnya, anggota BPK Taufiqurachman Ruki menilai laporan audit investigasi BPK mengenai proyek pembangunan sarana olah raga di Hambalang, Bogor diintervensi. Pasalnya, dalam laporan tersebut, nama Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Malarangeng dan sejumlah perusahaan kontraktor tidak dinyatakan terlibat.
Padahal, dalam pemeriksaan awal yang dilakukan BPK, kata Ruki, terdapat sejumlah bukti keterlibatan Andi Malarangeng dan sejumlah perusahaan kontraktor tersebut dalam proyek Hambalang.
"Karena tidak ada nama Menpora dan korporasi-korporasi yang menerima aliran dana dalam laporan tersebut, saya meminta tim pemeriksa untuk mempertbaiki laporannya. Kalau tetap tidak ada nama Menpora dan perusahaan-perusahaan itu, saya tidak akan tanda tangan lapooran tesebut," ucapnya.
(rna)
Lihat Juga :