Ekspor mobil pick up Suzuki 1.300/bulan
Minggu, 21 Oktober 2012 - 17:41 WIB
Ekspor mobil pick up Suzuki 1.300/bulan
A
A
A
Sindonews.com - PT Suzuki Indomobil Sales Indonesia berhasil mencatat ekspor mobil pick up sebanyak 1300 unit per bulan. Sampai akhir tahun, ekspor mobil ditargetkan 12.000 unit.
Departemen Head PT Suzuki Indomobil Sales Eddy Susanto mengatakan, tahun ini, pihaknya mengeskpor mobil dengan dominasi jenis pick up (Mega Carry) sekitar 1300 unit per bulan.
"Penjualan terbesar ke kawasan Asean dan Timur Tengah," kata Eddy Susanto di sela-sela launching Mega Carry Extra di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, akhir pekan lalu.
Di kawasan Asean, penjualan pick up tersebar ke Thailand, Singapura, Malaysia, dan lainnya. Sampai saat ini, Suzuki mengekspor ke-107 negara. Di luas Asia Tenggara, ekspor dilakukan ke beberapa negera seperti China, Timur Tengah (Arab Saudi), Amerika Selatan (Brasil, Senegal, Kosta Rika), Afrika (Mesir, Ghana, Libya), dan Eropa, seperti Austria dan Rumania.
Dijelaskan Eddy, pihaknya mengekspor hampir seluruh produk, termasuk APV Van. Namun, lanjutnya, mayoritas merupakan varian pick up low, yaitu Suzuki Mega Carry. Hadirnya varian terbaru, yaitu Suzuki Mega Carry Extra, diharapkan dapat meningkatkan kinerja ekspor industri otomotif raksasa tersebut.
Karena, lanjut dia, krisis yang melanda beberapa negara di kawasan Eropa dan Amerika, memperlambat ekspor Suzuki. Akan tetapi, sambungnya, efek krisis tersebut tidak terlalu besar. "Kalau pun ada, itu terjadi pada pengiriman barang. Secara volume tidak berpengaruh," terangnya.
Sementara itu, launching Mega Carry Extra diharapkan dapat meningkatkan penjualan mobil pick up di Jabar. Hingga akhir 2012, pihaknya menargetkan penjualan sekitar 50 unit per bulan. Terdiri atas 30 unit Suzuki Mega Carry dan 20 unit Suzuki Mega Carry Extra.
"Tahun depan, kami memproyeksikan menjual 100 unit per bulan. Dengan penjualan Suzuki Mega Carry dan Suzuki Mega Carry Extra berimbang, yaitu 50-50," tandas Area Representatif PT Suzuki Indomobil Sales Jabar Stefanuas Asiantara.
Dia berharap, produk tersebut dapat menaikkan market share Suzuki khusus pada segmen pick up low. Di Jabar, market share pick up low sebesar 32,75%. Proyeksi penjualan khusus Suzuki Mega Carry dan Suzuki Mega Carry Extra, yang harga jualnya Rp 102,5 juta, diharapkan bisa menaikkan market share periode sebelumnya.
Menurut dia, Mega Carry Extra tidak jauh beda dengan varian pendahulunya. Perbedaan mencolok hanya terdapat pada volume angkut, karena bak kendaraan dibuat lebih luas dan lebar.
"Varian ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang memerlukan mobil dengan kapasitas angkut besar," jelas dia.
Di Jabar, penjualan seluruh varian Suzuki sekitar 450 unit per bulan. Dalam 3 bulan kedepan, pihaknya berharap dapat menjual 600 unit mobil per bulan.
Departemen Head PT Suzuki Indomobil Sales Eddy Susanto mengatakan, tahun ini, pihaknya mengeskpor mobil dengan dominasi jenis pick up (Mega Carry) sekitar 1300 unit per bulan.
"Penjualan terbesar ke kawasan Asean dan Timur Tengah," kata Eddy Susanto di sela-sela launching Mega Carry Extra di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, akhir pekan lalu.
Di kawasan Asean, penjualan pick up tersebar ke Thailand, Singapura, Malaysia, dan lainnya. Sampai saat ini, Suzuki mengekspor ke-107 negara. Di luas Asia Tenggara, ekspor dilakukan ke beberapa negera seperti China, Timur Tengah (Arab Saudi), Amerika Selatan (Brasil, Senegal, Kosta Rika), Afrika (Mesir, Ghana, Libya), dan Eropa, seperti Austria dan Rumania.
Dijelaskan Eddy, pihaknya mengekspor hampir seluruh produk, termasuk APV Van. Namun, lanjutnya, mayoritas merupakan varian pick up low, yaitu Suzuki Mega Carry. Hadirnya varian terbaru, yaitu Suzuki Mega Carry Extra, diharapkan dapat meningkatkan kinerja ekspor industri otomotif raksasa tersebut.
Karena, lanjut dia, krisis yang melanda beberapa negara di kawasan Eropa dan Amerika, memperlambat ekspor Suzuki. Akan tetapi, sambungnya, efek krisis tersebut tidak terlalu besar. "Kalau pun ada, itu terjadi pada pengiriman barang. Secara volume tidak berpengaruh," terangnya.
Sementara itu, launching Mega Carry Extra diharapkan dapat meningkatkan penjualan mobil pick up di Jabar. Hingga akhir 2012, pihaknya menargetkan penjualan sekitar 50 unit per bulan. Terdiri atas 30 unit Suzuki Mega Carry dan 20 unit Suzuki Mega Carry Extra.
"Tahun depan, kami memproyeksikan menjual 100 unit per bulan. Dengan penjualan Suzuki Mega Carry dan Suzuki Mega Carry Extra berimbang, yaitu 50-50," tandas Area Representatif PT Suzuki Indomobil Sales Jabar Stefanuas Asiantara.
Dia berharap, produk tersebut dapat menaikkan market share Suzuki khusus pada segmen pick up low. Di Jabar, market share pick up low sebesar 32,75%. Proyeksi penjualan khusus Suzuki Mega Carry dan Suzuki Mega Carry Extra, yang harga jualnya Rp 102,5 juta, diharapkan bisa menaikkan market share periode sebelumnya.
Menurut dia, Mega Carry Extra tidak jauh beda dengan varian pendahulunya. Perbedaan mencolok hanya terdapat pada volume angkut, karena bak kendaraan dibuat lebih luas dan lebar.
"Varian ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat yang memerlukan mobil dengan kapasitas angkut besar," jelas dia.
Di Jabar, penjualan seluruh varian Suzuki sekitar 450 unit per bulan. Dalam 3 bulan kedepan, pihaknya berharap dapat menjual 600 unit mobil per bulan.
(gpr)