Akuisisi Progress Energy, Petronas ditolak Kanada
Senin, 22 Oktober 2012 - 09:25 WIB
Akuisisi Progress Energy, Petronas ditolak Kanada
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kanada telah memblokir upaya Petroliam Nasional Bhd (Petronas) Malaysia untuk mengakuisisi salah satu perusahaan nasional Kanada, Progress Energy Resources Corp. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keterbukaan negara terhadap investasi asing.
Menteri Industri Kanada mengatakan, kesepakatan itu tidak mendatangkan "keuntungan bersih" ke Kanada. “Penawaran tersebut tidak memuaskan karena permohonan investasi itu sepertinya tidak akan menguntungkan Kanada,” kata Christian Paradis dikutip dari BBC.co.uk akhir pekan lalu.
Padahal, Perdana Menteri Kanada Stephen Harper telah menegaskan negara sumber energi itu ingin menjalin kerjasama perdagangan yang lebih erat dengan China dan India untuk mendiversifikasik produk ekspornya dari pasar Amerika Serikat yang lesu.
“Kami sangat terkejut dengan keputusan itu. Kami yakin transaksi ini akan menguntungkan Kanada. Progress akan terus bekerjasama dengan pemerintah federal,” kata CEO Progress Energy Michael Culbert.
Penolakan ini merupakan yang keduakalinya dari pemerintah Kanada dalam dua tahun terakhir, setelah penawaran sebesar USD40 miliar dari BHP Biliton Ltd. untuk mengakuisisi Potash Corp. dari Saskatchewan Inc. Petronas sendiri sekarang memiliki 30 hari untuk menyesuaikan tawarannya.
Keputusan tersebut membuat keraguan China, pemilik Cnooc yang akan menggelontorkan USD15.1 miliar umutuk mengakuisisi Nexen, perusahaan minyak Kanada.
Para analis mengatakan, penolakan Petronas bisa berarti kesempatan yang lebih rendah dari persetujuan untuk akuisisi Nexen Cnooc, karena keduanya BUMN.
"Jika mereka bisa menolak Petronas, ini tidak terlihat baik untuk CNOOC," kata Laban Yu, analis energi di Jefferies di Hong Kong.
Pemerintah Kanada mengatakan akan mengeluarkan keputusan pada bulan November. Pemegang saham dari kedua pihak, Nexen dan CNOOC telah menyetujui kesepakatan.
Sebelumnya, tawaran dari Petronas, disepakati pada bulan Juni, bernilai 5.18 miliar dolar Kanada. Ini akan memberikan akses ke Petronas cadangan shale gas di wilayah Montney of British Columbia dan Alberta, dimana banyak perusahaan tertarik untuk mengembangkannya.
Menteri Industri Kanada mengatakan, kesepakatan itu tidak mendatangkan "keuntungan bersih" ke Kanada. “Penawaran tersebut tidak memuaskan karena permohonan investasi itu sepertinya tidak akan menguntungkan Kanada,” kata Christian Paradis dikutip dari BBC.co.uk akhir pekan lalu.
Padahal, Perdana Menteri Kanada Stephen Harper telah menegaskan negara sumber energi itu ingin menjalin kerjasama perdagangan yang lebih erat dengan China dan India untuk mendiversifikasik produk ekspornya dari pasar Amerika Serikat yang lesu.
“Kami sangat terkejut dengan keputusan itu. Kami yakin transaksi ini akan menguntungkan Kanada. Progress akan terus bekerjasama dengan pemerintah federal,” kata CEO Progress Energy Michael Culbert.
Penolakan ini merupakan yang keduakalinya dari pemerintah Kanada dalam dua tahun terakhir, setelah penawaran sebesar USD40 miliar dari BHP Biliton Ltd. untuk mengakuisisi Potash Corp. dari Saskatchewan Inc. Petronas sendiri sekarang memiliki 30 hari untuk menyesuaikan tawarannya.
Keputusan tersebut membuat keraguan China, pemilik Cnooc yang akan menggelontorkan USD15.1 miliar umutuk mengakuisisi Nexen, perusahaan minyak Kanada.
Para analis mengatakan, penolakan Petronas bisa berarti kesempatan yang lebih rendah dari persetujuan untuk akuisisi Nexen Cnooc, karena keduanya BUMN.
"Jika mereka bisa menolak Petronas, ini tidak terlihat baik untuk CNOOC," kata Laban Yu, analis energi di Jefferies di Hong Kong.
Pemerintah Kanada mengatakan akan mengeluarkan keputusan pada bulan November. Pemegang saham dari kedua pihak, Nexen dan CNOOC telah menyetujui kesepakatan.
Sebelumnya, tawaran dari Petronas, disepakati pada bulan Juni, bernilai 5.18 miliar dolar Kanada. Ini akan memberikan akses ke Petronas cadangan shale gas di wilayah Montney of British Columbia dan Alberta, dimana banyak perusahaan tertarik untuk mengembangkannya.
(gpr)
Lihat Juga :