Kuartal III, laba bersih BNI Rp5,04 T
Senin, 22 Oktober 2012 - 12:04 WIB
Kuartal III, laba bersih BNI Rp5,04 T
A
A
A
Sindonews.com - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berhasil mencatat kenaikan laba bersih pada kuartal III tahun ini sebesar 24,5 persen dibanding pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Laba bersih meningkat dari Rp4,1 trilun pada kuartal III/2011 menjadi Rp5,04 triliun pada kuartal III/2012," ujar Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo dalam paparannya di Gedung BNI, Jakarta, Senin (22/10/2012).
Gatot menyebutkan, pertumbuhan laba bersih perseroan mayoritas dikontribusi dari pertumbuhan pendapatan operasional, yang tumbuh sebesar 12,1 persen. "Pendapatan operasional kami yang tumbuh 12,1 persen merupakan penyangga tumbuhnya laba bersih BNI," tegasnya.
Peningkatan pendapatan operasional BNI, kata dia, bersumber dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang melonjak 19 persen, yakni dari Rp9,4 triliun pada kuartal III/2011 menjadi Rp11,2 triliun pada akhir kuartal III/2012. Tumbuhnya pendapatan bunga bersih merupakan konsekuensi dari pertumbuhan kredit yang secara ekspansif dilakukan BNI.
Tidak hanya tumbuh, Gatot menuturkan, sumber pendanaan yang dihimpun BNI juga semakin berkualitas, sehingga aliran kredit dapat dilakukan secara ekspansif. "Tidak hanya tumbuh, sebagian besar dana yang dihimpun BNI juga berbentuk dana murah," imbuh dia.
Hal itu ditandai oleh meningkatnya current account saving account (CASA) atau sumber dana murah sebesar Rp31,7 triliun. Angka ini meningkat dari 60 persen pada kuartal III/2011 menjadi 64 persen terhadap dana pihak ketiga (DPK) pada kuartal III tahun ini.
"Laba bersih meningkat dari Rp4,1 trilun pada kuartal III/2011 menjadi Rp5,04 triliun pada kuartal III/2012," ujar Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo dalam paparannya di Gedung BNI, Jakarta, Senin (22/10/2012).
Gatot menyebutkan, pertumbuhan laba bersih perseroan mayoritas dikontribusi dari pertumbuhan pendapatan operasional, yang tumbuh sebesar 12,1 persen. "Pendapatan operasional kami yang tumbuh 12,1 persen merupakan penyangga tumbuhnya laba bersih BNI," tegasnya.
Peningkatan pendapatan operasional BNI, kata dia, bersumber dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang melonjak 19 persen, yakni dari Rp9,4 triliun pada kuartal III/2011 menjadi Rp11,2 triliun pada akhir kuartal III/2012. Tumbuhnya pendapatan bunga bersih merupakan konsekuensi dari pertumbuhan kredit yang secara ekspansif dilakukan BNI.
Tidak hanya tumbuh, Gatot menuturkan, sumber pendanaan yang dihimpun BNI juga semakin berkualitas, sehingga aliran kredit dapat dilakukan secara ekspansif. "Tidak hanya tumbuh, sebagian besar dana yang dihimpun BNI juga berbentuk dana murah," imbuh dia.
Hal itu ditandai oleh meningkatnya current account saving account (CASA) atau sumber dana murah sebesar Rp31,7 triliun. Angka ini meningkat dari 60 persen pada kuartal III/2011 menjadi 64 persen terhadap dana pihak ketiga (DPK) pada kuartal III tahun ini.
(rna)
Lihat Juga :