PGAS jajaki kelola potensi gas di Bojonegoro
Senin, 22 Oktober 2012 - 17:26 WIB
PGAS jajaki kelola potensi gas di Bojonegoro
A
A
A
Sindonews.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) tengah menjajaki untuk ikut berpartisipasi mengelola potensi gas bumi di lapangan Jambaran dan Tiung Biru, Bojonegoro. Potensi gas bumi di lapangan gas tersebut diperkirakan dapat mencapai 300 juta kaki kubik per hari (mmscfd).
Keinginan perusahaan gas pelat merah ini untuk dapat mengelola potensi gas bumi di Bojonegoro disampaikan Direktur Utama PGAS Hendi Prio Santoso saat di Bojonegoro, Senin (22/10/2012). “Iya, saat ini PGN sedang menjajaki dapat mengelola potensi gas bumi di Bojonegoro,” ujarnya.
Menurutnya, perseroan sudah melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengenai peluang mengelola potensi gas bumi di daerah tersebut. Potensi gas bumi di perut bumi Bojonegoro yang diperkirakan mencapai 1,7 triliun kaki kubik, itu dapat menjadi ketahanan energi gas bumi nasional.
“Pasokan gas bumi dari Bojonegoro dapat memenuhi kebutuhan energi gas bumi di Pulau Jawa,” ujar Hendi.
Namun, untuk tahap awal pengelolaan gas bumi memerlukan persiapan, diantaranya perlu ada kawasan industri gas bumi dan infrastruktur pendukungnya. Pengelolaan gas bumi nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan industri, bisnis dan juga rumah tangga.
“Pengelolaan gas bumi itu harus memberi manfaat sebesarnya bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya,” ucapnya.
Bupati Bojonegoro, Suyoto mengatakan, kandungan gas bumi yang melimpah di Bojonegoro akan dikelola untuk kemakmuran masyarakat Bojonegoro. “Kalau potensi minyak kita tidak dapat mengutak-atik lagi karena rencana pengembangannya sudah dibuat. Kalau potensi gas bumi ini yang nantinya dapat dikelola lebih baik,” ujarnya.
Dia menyebutkan, sejak tahun 2006 sebetulnya potensi gas bumi di Bojonegoro sudah diambil dan disalurkan ke luar daerah. Namun, pengelolaan gas bumi itu tidak membawa dampak bagi Bojonegoro.
“Nantinya potensi gas bumi ini sebagian akan diolah dan dikelola di Bojonegoro. Dengan begitu, pengelolaan gas bumi ini akan memberi manfaat bagi warga Bojonegoro,” tegasnya.
Direktur PT Bangun Bangkit Sarana (BBS), salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Bojonegoro, Dedy Afidick mengatakan, perusahaan milik daerah seperti PT BBS nantinya akan terlibat dalam pengelolaan gas bumi tersebut.
“Perusahaan daerah itu modal dan kompetensinya minim. Meski begitu, perusahaan daerah akan aktif ambil bagian dalam pengelolaan gas,” ujarnya.
Saat ini PT BBS telah mengelola potensi gas lapangan Sukowati yang dikuasai oleh joint operating body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ). Namun, produksi gas bumi yang dikelola di lapangan Sukowati itu terbilang kecil, yakni sekitar 10 mmscfd.
Keinginan perusahaan gas pelat merah ini untuk dapat mengelola potensi gas bumi di Bojonegoro disampaikan Direktur Utama PGAS Hendi Prio Santoso saat di Bojonegoro, Senin (22/10/2012). “Iya, saat ini PGN sedang menjajaki dapat mengelola potensi gas bumi di Bojonegoro,” ujarnya.
Menurutnya, perseroan sudah melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro mengenai peluang mengelola potensi gas bumi di daerah tersebut. Potensi gas bumi di perut bumi Bojonegoro yang diperkirakan mencapai 1,7 triliun kaki kubik, itu dapat menjadi ketahanan energi gas bumi nasional.
“Pasokan gas bumi dari Bojonegoro dapat memenuhi kebutuhan energi gas bumi di Pulau Jawa,” ujar Hendi.
Namun, untuk tahap awal pengelolaan gas bumi memerlukan persiapan, diantaranya perlu ada kawasan industri gas bumi dan infrastruktur pendukungnya. Pengelolaan gas bumi nantinya diharapkan dapat memenuhi kebutuhan industri, bisnis dan juga rumah tangga.
“Pengelolaan gas bumi itu harus memberi manfaat sebesarnya bagi masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya,” ucapnya.
Bupati Bojonegoro, Suyoto mengatakan, kandungan gas bumi yang melimpah di Bojonegoro akan dikelola untuk kemakmuran masyarakat Bojonegoro. “Kalau potensi minyak kita tidak dapat mengutak-atik lagi karena rencana pengembangannya sudah dibuat. Kalau potensi gas bumi ini yang nantinya dapat dikelola lebih baik,” ujarnya.
Dia menyebutkan, sejak tahun 2006 sebetulnya potensi gas bumi di Bojonegoro sudah diambil dan disalurkan ke luar daerah. Namun, pengelolaan gas bumi itu tidak membawa dampak bagi Bojonegoro.
“Nantinya potensi gas bumi ini sebagian akan diolah dan dikelola di Bojonegoro. Dengan begitu, pengelolaan gas bumi ini akan memberi manfaat bagi warga Bojonegoro,” tegasnya.
Direktur PT Bangun Bangkit Sarana (BBS), salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Bojonegoro, Dedy Afidick mengatakan, perusahaan milik daerah seperti PT BBS nantinya akan terlibat dalam pengelolaan gas bumi tersebut.
“Perusahaan daerah itu modal dan kompetensinya minim. Meski begitu, perusahaan daerah akan aktif ambil bagian dalam pengelolaan gas,” ujarnya.
Saat ini PT BBS telah mengelola potensi gas lapangan Sukowati yang dikuasai oleh joint operating body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ). Namun, produksi gas bumi yang dikelola di lapangan Sukowati itu terbilang kecil, yakni sekitar 10 mmscfd.
(rna)
Lihat Juga :