Anggaran DIY dan OJK picu naiknya defisit
Selasa, 23 Oktober 2012 - 11:27 WIB
Anggaran DIY dan OJK picu naiknya defisit
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan, naikanya defisit ke angka 1,65 persen pada Rancangan Undang-Undang APBN 2013 disebabkan adanya penambahan anggaran untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Defisitnya itu naik menjadi 1,65 persen, itu kan ada perkembangan terakhir untuk terindentifikasi. Ketika kita masukan nota keuangan, ada anggaran di Yogyakarta, kemudian ada untuk OJK, kan baru juga didirikan," ujar Agus di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Diketahui anggaran untuk Yogyakarta disediakan sebesar Rp500 miliar. Meski telah dialokasikan pada angka tersebut, namun anggaran ini nantinya tetap menunggu pengajuan dari Pemda DI Yogyakarta ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk alokasi anggaran.
Sementara itu, anggaran untuk OJK telah disepakati sebesar Rp1,69 triliun. "Jadi kita diskusikan dengan DPR, maka (defisit) naik menjadi 1,65 persen," tegas Agus.
Kendati demikian, menurutnya, nilai defisit tersebut masih cukup wajar di tengah krisis ekonomi global. Dii sangat berharap pada sidang paripurna yang berlangsung saat ini agar RUU APBN 2013 dapat disahkan menjadi UU.
"Jadi menurut saya kalau hari ini sidang paripurna bisa menyetujui ini (UU APBN 2013), sangat baik untuk Indonesia. Ini karena bagaimana Indonesia di dunia yg sedang mengalami krisis," pungkasnya.
"Defisitnya itu naik menjadi 1,65 persen, itu kan ada perkembangan terakhir untuk terindentifikasi. Ketika kita masukan nota keuangan, ada anggaran di Yogyakarta, kemudian ada untuk OJK, kan baru juga didirikan," ujar Agus di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Diketahui anggaran untuk Yogyakarta disediakan sebesar Rp500 miliar. Meski telah dialokasikan pada angka tersebut, namun anggaran ini nantinya tetap menunggu pengajuan dari Pemda DI Yogyakarta ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk alokasi anggaran.
Sementara itu, anggaran untuk OJK telah disepakati sebesar Rp1,69 triliun. "Jadi kita diskusikan dengan DPR, maka (defisit) naik menjadi 1,65 persen," tegas Agus.
Kendati demikian, menurutnya, nilai defisit tersebut masih cukup wajar di tengah krisis ekonomi global. Dii sangat berharap pada sidang paripurna yang berlangsung saat ini agar RUU APBN 2013 dapat disahkan menjadi UU.
"Jadi menurut saya kalau hari ini sidang paripurna bisa menyetujui ini (UU APBN 2013), sangat baik untuk Indonesia. Ini karena bagaimana Indonesia di dunia yg sedang mengalami krisis," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :