Pulihkan lahan, petani didorong gunakan pupuk organik
Selasa, 23 Oktober 2012 - 17:35 WIB
Pulihkan lahan, petani didorong gunakan pupuk organik
A
A
A
Sindonews.com - Penggunaan pupuk kimia memang bisa melipatgandakan hasil panen, tetapi hanya dalam jangka pendek. Sejumlah bukti menunjukkan bahwa pupuk kimia malah merusak struktur tanah bila digunakan terus menerus. Akibatnya, produktivitas pertanian malah menurun.
Karena itu, para petani binaan Koperasi Pusur Lestari didorong untuk menggunakan pupuk organik. "Kita melihat, kondisi tanah sekarang rusak karena pola tanam yang kurang seimbang. Dengan mengarah ke penggunaan pupuk organik, hasilnya jadi lebih baik," terang Senior Fasilitator Koperasi Pusur Lestari Fitri Haryanto di Desa Kurung, Klaten, Selasa (23/10/2012).
Fitri mencontohkan, sayuran brokoli yang ditanamnya dengan menggunakan pupuk organik masih layak dikonsumsi hingga sepekan. Sebagai perbandingan, brokoli yang dipupuk dengan pupuk kimia rata-rata sudah menguning hanya dalam dua hari.
Pada kesempatan terpisah, General Manager Koperasi Pusur Lestari Sardjono menjelaskan bahwa pihaknya mendorong para petani jagung di Desa Kapilaler untuk menggunakan pupuk organik. Inisiatif yang dilakukan Koperasi Pusur Lestari ini bertujuan untuk memulihkan lahan pertanian yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia di wilayah tersebut.
"Sebelumnya daerah ini menggunakan pupuk kimia. Kami berusaha memulihkan lahan kembali," ujar Sardjono.
Penggunaan pupuk kimia merupakan salah satu teknik pertanian yang ramah lingkungan. Dengan teknik-teknik pertanian yang memerhatikan aspek lingkungan, keberlanjutan produksi pertanian dapat terjaga sehingga ketersediaan pangan di masa depan pun tidak terancam.
Karena itu, para petani binaan Koperasi Pusur Lestari didorong untuk menggunakan pupuk organik. "Kita melihat, kondisi tanah sekarang rusak karena pola tanam yang kurang seimbang. Dengan mengarah ke penggunaan pupuk organik, hasilnya jadi lebih baik," terang Senior Fasilitator Koperasi Pusur Lestari Fitri Haryanto di Desa Kurung, Klaten, Selasa (23/10/2012).
Fitri mencontohkan, sayuran brokoli yang ditanamnya dengan menggunakan pupuk organik masih layak dikonsumsi hingga sepekan. Sebagai perbandingan, brokoli yang dipupuk dengan pupuk kimia rata-rata sudah menguning hanya dalam dua hari.
Pada kesempatan terpisah, General Manager Koperasi Pusur Lestari Sardjono menjelaskan bahwa pihaknya mendorong para petani jagung di Desa Kapilaler untuk menggunakan pupuk organik. Inisiatif yang dilakukan Koperasi Pusur Lestari ini bertujuan untuk memulihkan lahan pertanian yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia di wilayah tersebut.
"Sebelumnya daerah ini menggunakan pupuk kimia. Kami berusaha memulihkan lahan kembali," ujar Sardjono.
Penggunaan pupuk kimia merupakan salah satu teknik pertanian yang ramah lingkungan. Dengan teknik-teknik pertanian yang memerhatikan aspek lingkungan, keberlanjutan produksi pertanian dapat terjaga sehingga ketersediaan pangan di masa depan pun tidak terancam.
(rna)
Lihat Juga :