Pengusaha jamu diminta berdayakan kelompok tani
Rabu, 24 Oktober 2012 - 18:18 WIB
Pengusaha jamu diminta berdayakan kelompok tani
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta kepada pengusaha jamu di wilayah Temanggung untuk memberdayakan kelompok tani dalam penyediaan bahan baku. Mengingat Jateng merupakan daerah yang sangat potensial memproduksi bahan baku jamu yang berkualitas.
"Pengusaha jamu tidak perlu mengambil bahan baku dari luar daerah. Seharusnya bisa bekerjasama dengan kelompok tani di sini, misalnya untuk penyediakan bahan baku seperti jahe, temu lawak, kunyit, dan sebagainya," kata Bibit Waluyo usai Gelar Potensi Kacang-Kacangan Umbi-Umbian (Kabi) dan Herbal di Subterminal Agrobisnis Soropadan, Temanggung, Rabu (24/10/2012).
Untuk itu, ia mengatakan, potensi kabi herbal harus diberdayakan secara maksimal karena Jateng mempunyai potensi yang besar. selain itu, pemberdayaan kubi herbal dapat meningkatkan kesejahteraan, karena potensi itu ada di setiap daerah di Jateng.
Sementara, Bupati Temanggung Hasyim Afandi menuturkan bahwa tanaman kabi herbal kurang begitu maksimal. "Artinya menanam ubi itu biasanya setelah menanam terus dibiarkan. Kurang diperhatikan," ujarnya.
Ia menambahkan, ubi lokal yang ditanam terus dibiarkan, satu batang hanya menghasilkan sekitar lima kilogram sehingga satu hektare paling hanya menghasilkan 30 ton, tetapi ubi jenis unggung mekar manik bisa menghasilkan 15 kilogram per batang atau satu hektare bisa menghasilkan 90 ton.
Sedangkan untuk tanaman kacang-kacangan saat ini dikembangkan koro pedang yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi, selain untuk bahan tempe juga bisa dibuat susu.
Temamnggung, lanjut Bupati, juga potensial untuk tanaman herbal, namun petani kadang-kadang tidak siap dengan pabriknya.
"Kalau kualitas satu dan dua diambil pabrik sedangkan sisanya tidak dibeli biasanya petani mengeluh karena yang diambil yang baik-baik saja, berarti untuk manajemen dan marketnya harus dikelola dengan baik," tandasnya.
"Pengusaha jamu tidak perlu mengambil bahan baku dari luar daerah. Seharusnya bisa bekerjasama dengan kelompok tani di sini, misalnya untuk penyediakan bahan baku seperti jahe, temu lawak, kunyit, dan sebagainya," kata Bibit Waluyo usai Gelar Potensi Kacang-Kacangan Umbi-Umbian (Kabi) dan Herbal di Subterminal Agrobisnis Soropadan, Temanggung, Rabu (24/10/2012).
Untuk itu, ia mengatakan, potensi kabi herbal harus diberdayakan secara maksimal karena Jateng mempunyai potensi yang besar. selain itu, pemberdayaan kubi herbal dapat meningkatkan kesejahteraan, karena potensi itu ada di setiap daerah di Jateng.
Sementara, Bupati Temanggung Hasyim Afandi menuturkan bahwa tanaman kabi herbal kurang begitu maksimal. "Artinya menanam ubi itu biasanya setelah menanam terus dibiarkan. Kurang diperhatikan," ujarnya.
Ia menambahkan, ubi lokal yang ditanam terus dibiarkan, satu batang hanya menghasilkan sekitar lima kilogram sehingga satu hektare paling hanya menghasilkan 30 ton, tetapi ubi jenis unggung mekar manik bisa menghasilkan 15 kilogram per batang atau satu hektare bisa menghasilkan 90 ton.
Sedangkan untuk tanaman kacang-kacangan saat ini dikembangkan koro pedang yang mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi, selain untuk bahan tempe juga bisa dibuat susu.
Temamnggung, lanjut Bupati, juga potensial untuk tanaman herbal, namun petani kadang-kadang tidak siap dengan pabriknya.
"Kalau kualitas satu dan dua diambil pabrik sedangkan sisanya tidak dibeli biasanya petani mengeluh karena yang diambil yang baik-baik saja, berarti untuk manajemen dan marketnya harus dikelola dengan baik," tandasnya.
(gpr)
Lihat Juga :