Dahlan : Temuan BPK harusnya Rp100 T
Kamis, 25 Oktober 2012 - 13:03 WIB
Dahlan : Temuan BPK harusnya Rp100 T
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menilai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas gagal hematnya PT Perusahan Listrik Negara (PLN) Persero sebesar Rp37 triliun masih terlalu kecil. Menurut dia, angka kerugian perusahaan listrik pelat merah tersebut yang seharusnya ditemukan BPK bisa mencapai Rp100 triliun.
"Saya kira besar, Rp37 triliun itu kurang besar. Harusnya mungkin hampir Rp100 triliun," jawab Dahlan di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Menurutnya, kondisi gagal hemat ini sudah terjadi Sejak lama. Sehingga sangat disayangkan, jika temuan dari hasil audit BPK hanya Rp37 triliun. "Dari sejak dulu. Ya ketemuan kita kurang besar. Masa Rp37 triliun? kurang besar," jelasnya.
Dia menambahkan, kerugian negara dari BUMN bisnis listrik tersebut sudah diketahui penyebabnya oleh Komisi VII DPR RI, sehingga tidak perlu ada lagi pemanggilan.
Seperti diketahui, Dahlan Iskan bersama dengan Menteri ESDM Jero Wacik mangkir untuk kedua kalinya dari RDP dengan Komisi VII untuk membahas laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai kerugian PLN sebesar Rp37 triliun.
Kehadiran Dahlan dianggap penting mengingat kedudukannya sebagai mantan Direktur Utama PLN. RDP yang akan membahas realisasi tindak lanjut atas temuan laporan hasil pemeriksaan BPK RI Nomor : 30/Auditama VII/PDTT/09/2011 seharusnya dihadiri Dahlan Iskan selaku mantan Direktur Utama PLN, Menteri ESDM, Kepala BP Migas, Kepala BPH Migas, Dirut Pertamina, Dirut PLN dan Dirut Perusahaan Gas Negara (PGN).
Sedianya, RDP tersebut dilaksanakan pada Senin awal pekan ini, namun karena Dahlan Iskan dan Jero Wacik pada saat itu tidak hadir menyebabkan RDP ditunda menjadi Rabu (24/10/2012) malam. Namun, kedua menteri ini kembali mangkir dari panggilan DPR pada malam tadi menyebabkan RDP kembali ditunda.
"Saya kira besar, Rp37 triliun itu kurang besar. Harusnya mungkin hampir Rp100 triliun," jawab Dahlan di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Menurutnya, kondisi gagal hemat ini sudah terjadi Sejak lama. Sehingga sangat disayangkan, jika temuan dari hasil audit BPK hanya Rp37 triliun. "Dari sejak dulu. Ya ketemuan kita kurang besar. Masa Rp37 triliun? kurang besar," jelasnya.
Dia menambahkan, kerugian negara dari BUMN bisnis listrik tersebut sudah diketahui penyebabnya oleh Komisi VII DPR RI, sehingga tidak perlu ada lagi pemanggilan.
Seperti diketahui, Dahlan Iskan bersama dengan Menteri ESDM Jero Wacik mangkir untuk kedua kalinya dari RDP dengan Komisi VII untuk membahas laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai kerugian PLN sebesar Rp37 triliun.
Kehadiran Dahlan dianggap penting mengingat kedudukannya sebagai mantan Direktur Utama PLN. RDP yang akan membahas realisasi tindak lanjut atas temuan laporan hasil pemeriksaan BPK RI Nomor : 30/Auditama VII/PDTT/09/2011 seharusnya dihadiri Dahlan Iskan selaku mantan Direktur Utama PLN, Menteri ESDM, Kepala BP Migas, Kepala BPH Migas, Dirut Pertamina, Dirut PLN dan Dirut Perusahaan Gas Negara (PGN).
Sedianya, RDP tersebut dilaksanakan pada Senin awal pekan ini, namun karena Dahlan Iskan dan Jero Wacik pada saat itu tidak hadir menyebabkan RDP ditunda menjadi Rabu (24/10/2012) malam. Namun, kedua menteri ini kembali mangkir dari panggilan DPR pada malam tadi menyebabkan RDP kembali ditunda.
(rna)
Lihat Juga :