Dahlan pilih ngurus sapi ketimbang rapat RDP
Kamis, 25 Oktober 2012 - 13:30 WIB
Dahlan pilih ngurus sapi ketimbang rapat RDP
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan menyatakan kehadirannya di Jambi untuk mengurus Sapi dikarenakan undangan yang sudah sangat lama.
Menurutnya, wajar dirinya malah menghadiri agenda tersebut dibandingkan dengan memenuhi panggilan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
"Ya karena sudah jadwal lama, dan undangannya ke saya ya terserah," ujar Dahlan kepada wartawan di kantor Kemenko Perekononomian, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Bahkan, Dahlan mengaku tidak ada permasalahan meski dirinya tidak berada idi ruang rapat bersama Komisi VII dan jajaran pemerintah lainnya untuk membahas hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) persero.
"Ya gak apa apa, saya kan ke Jambi ngurus sapi di Jambi," tegasnya.
Tadi malam diketahui merupakan panggilan bagi Dahlan yang kedua kalinya, setelah ditunda pada Senin sebelumnya. Kehadiran Dahlan dinilai sangat penting karena menyangkut dirinya sebagai Mantan Direktur Utama PLN di tahun 2009 dan 2010. Dimana temuan BPK terkait gagal hemat Rp37 triliun adalam di masa kepemimpinannya.
Menurutnya, wajar dirinya malah menghadiri agenda tersebut dibandingkan dengan memenuhi panggilan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
"Ya karena sudah jadwal lama, dan undangannya ke saya ya terserah," ujar Dahlan kepada wartawan di kantor Kemenko Perekononomian, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Bahkan, Dahlan mengaku tidak ada permasalahan meski dirinya tidak berada idi ruang rapat bersama Komisi VII dan jajaran pemerintah lainnya untuk membahas hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) persero.
"Ya gak apa apa, saya kan ke Jambi ngurus sapi di Jambi," tegasnya.
Tadi malam diketahui merupakan panggilan bagi Dahlan yang kedua kalinya, setelah ditunda pada Senin sebelumnya. Kehadiran Dahlan dinilai sangat penting karena menyangkut dirinya sebagai Mantan Direktur Utama PLN di tahun 2009 dan 2010. Dimana temuan BPK terkait gagal hemat Rp37 triliun adalam di masa kepemimpinannya.
(gpr)
Lihat Juga :