Cak Imin ajak Jokowi bahas UMR buruh
Kamis, 25 Oktober 2012 - 14:45 WIB
Cak Imin ajak Jokowi bahas UMR buruh
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar berencana untuk bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo terkait upah minimum regional (UMR) buruh. Meski sudah ada pengajuan batas upah sebesar Rp2 juta, namun hal ini tetap akan dikaji kembali.
"Dalam waktu dekat, saya juga akan ketemu Jokowi supaya ada angka yang nanti akan kita monitor. Sementara range-nya kan diminta diatas Rp2 juta. Nah, itu kita belum tau, kita berharap," ujar menteri yang akrab disapa Cak Imin, ini di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Selain itu, dirinya juga akan mengajak Dewan Pengupahan Daerah (DPD) untuk membahas perihal UMR buruh bersama Jokowi. "saya sudah memanggil Dewan Pengupahan Daerah, yang akan mengusulkan kepada Pak Jokowi nanti," jelasnya.
Dia menegaskan, upah tersebut memang harus naik secara signifikan dari sekarang. Ini akan dihitung berdasarkan survei di tiap-tiap daerah. Dimana juga akan mempertimbangkan pengajuan yang sudah ada.
"Kan beda Jabodetabek dengan daerah-daerah lain. Saya sebagai menteri berharap ada kenaikan signifikan," tambahnya.
Jika hal tersebut tercapai, maka kesejahteraan buruh akan lebih baik. "Agar kesejahteraan ada peningkatan, sehingga tidak ada kesalahpahaman, ada titik temu," pungkasnya.
"Dalam waktu dekat, saya juga akan ketemu Jokowi supaya ada angka yang nanti akan kita monitor. Sementara range-nya kan diminta diatas Rp2 juta. Nah, itu kita belum tau, kita berharap," ujar menteri yang akrab disapa Cak Imin, ini di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Selain itu, dirinya juga akan mengajak Dewan Pengupahan Daerah (DPD) untuk membahas perihal UMR buruh bersama Jokowi. "saya sudah memanggil Dewan Pengupahan Daerah, yang akan mengusulkan kepada Pak Jokowi nanti," jelasnya.
Dia menegaskan, upah tersebut memang harus naik secara signifikan dari sekarang. Ini akan dihitung berdasarkan survei di tiap-tiap daerah. Dimana juga akan mempertimbangkan pengajuan yang sudah ada.
"Kan beda Jabodetabek dengan daerah-daerah lain. Saya sebagai menteri berharap ada kenaikan signifikan," tambahnya.
Jika hal tersebut tercapai, maka kesejahteraan buruh akan lebih baik. "Agar kesejahteraan ada peningkatan, sehingga tidak ada kesalahpahaman, ada titik temu," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :