Gas Sempra diminta dialokasikan untuk domestik
Selasa, 30 Oktober 2012 - 09:36 WIB
Gas Sempra diminta dialokasikan untuk domestik
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah diminta menghentikan proses negosiasi kontrak ekspor gas Tangguh, yang sebelumnya untuk Sempra Energy ke Jepang. Pasokan gas tersebut harus diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan gas domestik.
“Pemerintah jangan retorika saja untuk memprioritaskan ke dalam negeri. Segera alokasikan seluruh gas Sempra untuk domestik,” tegas anggota Komisi VII DPR Bobby Rizaldi di Jakarta kemarin.
Apalagi, lanjutnya, gas dari proyek Tangguh unit 1 dan 2 belum ada yang dialokasikan sebagai kewajiban pasok ke dalam negeri (domestic market obligation/DMO). Di sisi lain, pengalokasian gas ke dalam negeri akan memberikan dampak berantai yang lebih besar terhadap perekonomian, dibandingkan manfaat dari ekspor.
Bobby menambahkan, pemerintah bisa mengalokasikan seluruh gas Sempra ke dalam negeri karena proyek Lapangan Tangguh sudah balik modal. “Gas Sempra dijual dengan harga USD3 per MMBTU saja produsen sudah untung. Jadi, kalau pemerintah pintar, maka harusnya tidak tergoda lagi untuk dijual ke luar negeri,” tuturnya.
Hal senada dikemukakan pengamat energi dari ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto. Dia menunjuk terminal penyimpanan dan regasifikasi terapung (FSRU) di dalam negeri yang belum mendapatkan kepastian pasokan.
“Mestinya, prioritas untuk domestik.Apalagi, harga beli FSRU dalam negeri sudah kompetitif dibandingkan ekspor,” cetusnya.
Sebelumnya, berdasarkan notulen rapat, ada rencana mengekspor LNG Tangguh eks-Sempra ke pembeli Jepang yakni Kansai, Kyushu dan Tepco mulai 2013–2035 dengan volume mulai 16 kargo per tahun.
Sementara, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengaku, tidak mengetahui adanya rencana ekspor gas Sempra ke Jepang. Namun, dia menjanjikan, gas Sempra akan dialokasikan untuk kepentingan domestik.
“Gas Sempra sudah pasti buat nasional. Saat ini sedang proses B to B,” tandasnya. Apalagi, imbuh dia, jika harga gas di dalam negeri kompetitif, maka pasti akan dialokasikan ke dalam negeri. Menurut dia, pasokan gas Sempra ke domestik akan disesuaikan dengan ketersediaan infrastrukturnya.
“Pemerintah jangan retorika saja untuk memprioritaskan ke dalam negeri. Segera alokasikan seluruh gas Sempra untuk domestik,” tegas anggota Komisi VII DPR Bobby Rizaldi di Jakarta kemarin.
Apalagi, lanjutnya, gas dari proyek Tangguh unit 1 dan 2 belum ada yang dialokasikan sebagai kewajiban pasok ke dalam negeri (domestic market obligation/DMO). Di sisi lain, pengalokasian gas ke dalam negeri akan memberikan dampak berantai yang lebih besar terhadap perekonomian, dibandingkan manfaat dari ekspor.
Bobby menambahkan, pemerintah bisa mengalokasikan seluruh gas Sempra ke dalam negeri karena proyek Lapangan Tangguh sudah balik modal. “Gas Sempra dijual dengan harga USD3 per MMBTU saja produsen sudah untung. Jadi, kalau pemerintah pintar, maka harusnya tidak tergoda lagi untuk dijual ke luar negeri,” tuturnya.
Hal senada dikemukakan pengamat energi dari ReforMiner Institute, Pri Agung Rakhmanto. Dia menunjuk terminal penyimpanan dan regasifikasi terapung (FSRU) di dalam negeri yang belum mendapatkan kepastian pasokan.
“Mestinya, prioritas untuk domestik.Apalagi, harga beli FSRU dalam negeri sudah kompetitif dibandingkan ekspor,” cetusnya.
Sebelumnya, berdasarkan notulen rapat, ada rencana mengekspor LNG Tangguh eks-Sempra ke pembeli Jepang yakni Kansai, Kyushu dan Tepco mulai 2013–2035 dengan volume mulai 16 kargo per tahun.
Sementara, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengaku, tidak mengetahui adanya rencana ekspor gas Sempra ke Jepang. Namun, dia menjanjikan, gas Sempra akan dialokasikan untuk kepentingan domestik.
“Gas Sempra sudah pasti buat nasional. Saat ini sedang proses B to B,” tandasnya. Apalagi, imbuh dia, jika harga gas di dalam negeri kompetitif, maka pasti akan dialokasikan ke dalam negeri. Menurut dia, pasokan gas Sempra ke domestik akan disesuaikan dengan ketersediaan infrastrukturnya.
(rna)
Lihat Juga :