Laba Krakatau Steel terkoreksi 99%
Kamis, 01 November 2012 - 10:44 WIB
Laba Krakatau Steel terkoreksi 99%
A
A
A
Sindonews.com - Laba PT Karkatau Steel Tbk (KRAS) yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada akhir September tahun ini terkoreksi 99,44 persen menjadi Rp7,76 miliar dari Rp1,05 triliun pada kuartal III tahun lalu.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), turunnnya laba perusahaan baja pelat merah tersebut selama sembilan bulan tahun ini akibat naiknya beban pokok pendapatan dan beban usaha. Selain itu, turunnya sejumlah laba dan naiknya beban lain-lain.
Kendati pendapatan bersih perseroan pada akhir September tahun ini berhasil tumbuh 25,53 persen menjadi Rp15,88 triliun dari Rp12,65 triliun pada kuartal III tahun lalu, namun beban pokok pendapatan meningkat sebesar 28,76 persen menjadi Rp14,73 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp11,44 triliun.
Beban usaha naik 1,77 persen menjadi Rp977,61 miliar dari Rp960,6 miliar pada kuartal III tahun lalu. Laba operasi menurun menjadi Rp172,07 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp249,79 miliar. Disamping itu, pendapatan keuangan menurun menjadi Rp72,13 miliar dari Rp99,56 miliar, laba pematangan tanah menurun menjadi Rp14,22 miliar dari Rp51,25 miliar, penjualan limbah produksi tergerus jadi Rp1,26 miliar dari 66,14 miliar.
Sementara itu, laba pengalihan aset tetap berkurang menjadi Rp73,94 miliar dari Rp745,43 miliar. Perseroan pada kuartal III tahun ini mencatat rugi selisih kurs menajdi Rp197,03 miliar dari laba Rp40,5 miliar.
Adapun beban keuangan meningkat menjadi Rp287,36 miliar dari Rp207,12 miliar dan beban lain-lain bertambah jadi Rp27,53 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp15,98 miliar. Laba periode berjalan pesreroan tercatat berkurang 99,48 persen menjadi Rp5,43 miliar dari Rp1,04 triliun.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), turunnnya laba perusahaan baja pelat merah tersebut selama sembilan bulan tahun ini akibat naiknya beban pokok pendapatan dan beban usaha. Selain itu, turunnya sejumlah laba dan naiknya beban lain-lain.
Kendati pendapatan bersih perseroan pada akhir September tahun ini berhasil tumbuh 25,53 persen menjadi Rp15,88 triliun dari Rp12,65 triliun pada kuartal III tahun lalu, namun beban pokok pendapatan meningkat sebesar 28,76 persen menjadi Rp14,73 triliun dari periode yang sama tahun lalu Rp11,44 triliun.
Beban usaha naik 1,77 persen menjadi Rp977,61 miliar dari Rp960,6 miliar pada kuartal III tahun lalu. Laba operasi menurun menjadi Rp172,07 miliar dari periode yang sama tahun lalu Rp249,79 miliar. Disamping itu, pendapatan keuangan menurun menjadi Rp72,13 miliar dari Rp99,56 miliar, laba pematangan tanah menurun menjadi Rp14,22 miliar dari Rp51,25 miliar, penjualan limbah produksi tergerus jadi Rp1,26 miliar dari 66,14 miliar.
Sementara itu, laba pengalihan aset tetap berkurang menjadi Rp73,94 miliar dari Rp745,43 miliar. Perseroan pada kuartal III tahun ini mencatat rugi selisih kurs menajdi Rp197,03 miliar dari laba Rp40,5 miliar.
Adapun beban keuangan meningkat menjadi Rp287,36 miliar dari Rp207,12 miliar dan beban lain-lain bertambah jadi Rp27,53 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp15,98 miliar. Laba periode berjalan pesreroan tercatat berkurang 99,48 persen menjadi Rp5,43 miliar dari Rp1,04 triliun.
(rna)
Lihat Juga :