Muhaimin minta penetapan UMP 2013 dipercepat

Kamis, 01 November 2012 - 21:34 WIB
Muhaimin minta penetapan...
Muhaimin minta penetapan UMP 2013 dipercepat
A A A
Sindonews.com - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar meminta agar sejumlah daerah mempercepat penetapan upah minimum provinsi (UMP) 2013. Hal itu dilakukan agar tidak menimbulkan gejolak.

"Pembahasan penetapan UM 2013 harus dilakukan secara matang dengan melibatkan semua pemangku kepentingan yaitu pekerja, pengusaha dan pemerintah sehingga nantinya tidak menimbulkan gejolak dalam pelaksanaannya," kata Muhaimin saat dialog dengan sejumlah perwakilan pekerja di Surabaya, Kamis (1/11/2012).

Dalam penetapan UM tersebut, pria asal Jombang ini meminta agar para Gubernur tidak hanya berpatokkan pada Komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) saja. Melainkan ada sejumlah variabel sebagai patokkan untuk penentuan UM tersebut.

Seperti, produktivitas makro, pertumbuhan ekonomi, kondisi pasar kerja dan usaha yang paling tidak mampu (marginal). Yang terpenting adalah pertimbangan untuk peningkatan kesejahteraan pekerja dan pertumbuhan daerah serta nasional.

Menurutnya, pemerintah menyadari bahwa upah murah tidak lagi menjadi standar daya tarik investasi dalam sebuah daerah. Sebab, dengan upah murah ini tidak akan mensejahterakan pekerja. Pola pikir upah murah akan menjadi daya tari investor harus diubah. Tentunya, dengan upah murah ini akan menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

"Semua pihak sudah sepakat bahwa peningkatan upah menuju upah layak merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja," tuturnya.

Ia juga mengatakan, pekerja dapat memperoleh upah maksimum. Untuk mendukung hal itu, Muhaimin juga meminta kepada pemerintah daerah (Pemda) agar menekan dan menghilangkan praktik high cost economy. Selama ini, lanjutnya, ongkos usaha yang mahal menjadi penghambat ekonomi dan membuat para pengusaha kesulitan mengembangkan usahanya sehingga tidak bisa menaikkan upah pekerja secara signifikan.

"Kita terus mendorong agar pemda-pemda memperbaiki iklim ketenagakerjaan di daerahnya, dengan cara menghilangkan praktik-praktik pungli, mempermudah perizinan yang berbelit-belit dan biaya-biaya tidak jelas lainnya yang selama ini membebani pengusaha," pungkas ketua umum DPP PKB ini.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kenaikan UMK Jabar 2024...
Kenaikan UMK Jabar 2024 Disebut Cukup Adil, Pengusaha: Ekonomi Sedang Tak Baik-baik Saja
50% Perusahaan di Tangsel...
50% Perusahaan di Tangsel Tidak Mampu Bayar Gaji Pekerja Sesuai UMK Rp4,2 Juta
UMK Depok 2025 Resmi...
UMK Depok 2025 Resmi Ditetapkan Rp5.195.720
Diprediksi UMK 2024...
Diprediksi UMK 2024 Hanya Naik 3 Persen, Buruh Tolak Mekanisme Penghitungan Penetapan Upah
Tenang! Upah Minimum...
Tenang! Upah Minimum Kabupaten/Kota Tidak Dihapus
Apindo Jabar Keukeuh...
Apindo Jabar Keukeuh Tolak Kenaikan UMK: Perusahaan Terbebani dan Bisa PHK Karyawan
Berita Terkini
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
14 menit yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
10 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
10 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
11 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
11 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
11 jam yang lalu
Infografis
NASA Minta Penduduk...
NASA Minta Penduduk Bumi Siaga 1, Kondisi Alam Semesta Tak Stabil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved