Krakatau Steel percepat revitalisasi pabrik
Jum'at, 02 November 2012 - 09:47 WIB
Krakatau Steel percepat revitalisasi pabrik
A
A
A
Sindonews.com – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) akan mempercepat revitalisasi Pabrik Baja Slab I yang saat ini prosesnya hampir mendekati 100 persen. Revitalisasi sebagai antisipasi meningkatnya permintaan baja pada 2013 dari pasar domestik.
“Revitalisasi Pabrik Baja Slab I saat ini sudah mencapai 96 persem, diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat,” ujar Direktur Utama KRAS Irvan Kamal Hakim kemarin.
Melalui revitalisasi tersebut, Irvan optimistis, produksi baja slab (batangan/lembaran) KS dapat ditingkatkan menjadi 2,1 juta ton per tahun, tumbuh 16,7 persen dari sebelumnya. Baja slab tersebut selanjutnya akan diolah lagi menjadi hot strip mill.
Irvan mengungkapkan, sepanjang sembilan bulan tahun ini, konsumsi baja di Indonesia cenderung meningkat, khususnya di sektor konstruksi, manufaktur dan infrastruktur. Hal itu tercermin pada peningkatan volume penjualan KS pada kuartal III/2012 tumbuh 16,3 persen (YoY) sebesar 1,7 juta ton.
Tren peningkatan tersebut diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir 2012. Peningkatan penjualan tersebut, lanjut dia, ditopang oleh peningkatan produksi baja hot roll coil (HRC) KS pada kuartal III/2012, sebesar 5,2 persen (YoY) mencapai 1,3 juta ton dengan tingkat utilisasi meningkat 76 persen.
Peningkatan penjualan itu juga mengontribusi pertumbuhan pendapatan perseroan pada kuartal III/2012,yang tumbuh 25,48 persen menjadi Rp15,88 triliun dari Rp12,65 triliun pada periode sebelumnya. Namun, mengingat perseroan tengah merevitalisasi pabrik baja slab, akibatnya kebutuhan slab harus dipenuhi dari pihak luar.
Hal itu membuat biaya yang ditanggung perseroan juga meningkat. Itu terlihat pada beban usaha KS yang meningkat 1,77 persen menjadi Rp977,61 miliar dari Rp960,6 miliar, sehingga laba usaha tergerus 31,11 persen menjadi Rp172,07 miliar dari Rp249,79 miliar.
Untuk menyiasati hal tersebut, Irvan mengaku, selain mempercepat revitalisasi pabrik slab, manajemen KS melakukan efisiensi, salah satunya dengan mempercepat pembangunan Pabrik Blast Furnace. Pabrik yang akan memproduksi baja cair dan slab ini diharapkan bisa selesai lebih cepat dari tenggat waktu yang ditetapkan pada semester II/2014.
“Revitalisasi Pabrik Baja Slab I saat ini sudah mencapai 96 persem, diperkirakan akan selesai dalam waktu dekat,” ujar Direktur Utama KRAS Irvan Kamal Hakim kemarin.
Melalui revitalisasi tersebut, Irvan optimistis, produksi baja slab (batangan/lembaran) KS dapat ditingkatkan menjadi 2,1 juta ton per tahun, tumbuh 16,7 persen dari sebelumnya. Baja slab tersebut selanjutnya akan diolah lagi menjadi hot strip mill.
Irvan mengungkapkan, sepanjang sembilan bulan tahun ini, konsumsi baja di Indonesia cenderung meningkat, khususnya di sektor konstruksi, manufaktur dan infrastruktur. Hal itu tercermin pada peningkatan volume penjualan KS pada kuartal III/2012 tumbuh 16,3 persen (YoY) sebesar 1,7 juta ton.
Tren peningkatan tersebut diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir 2012. Peningkatan penjualan tersebut, lanjut dia, ditopang oleh peningkatan produksi baja hot roll coil (HRC) KS pada kuartal III/2012, sebesar 5,2 persen (YoY) mencapai 1,3 juta ton dengan tingkat utilisasi meningkat 76 persen.
Peningkatan penjualan itu juga mengontribusi pertumbuhan pendapatan perseroan pada kuartal III/2012,yang tumbuh 25,48 persen menjadi Rp15,88 triliun dari Rp12,65 triliun pada periode sebelumnya. Namun, mengingat perseroan tengah merevitalisasi pabrik baja slab, akibatnya kebutuhan slab harus dipenuhi dari pihak luar.
Hal itu membuat biaya yang ditanggung perseroan juga meningkat. Itu terlihat pada beban usaha KS yang meningkat 1,77 persen menjadi Rp977,61 miliar dari Rp960,6 miliar, sehingga laba usaha tergerus 31,11 persen menjadi Rp172,07 miliar dari Rp249,79 miliar.
Untuk menyiasati hal tersebut, Irvan mengaku, selain mempercepat revitalisasi pabrik slab, manajemen KS melakukan efisiensi, salah satunya dengan mempercepat pembangunan Pabrik Blast Furnace. Pabrik yang akan memproduksi baja cair dan slab ini diharapkan bisa selesai lebih cepat dari tenggat waktu yang ditetapkan pada semester II/2014.
(rna)
Lihat Juga :