Shell jajaki proyek LNG di Indonesia
Minggu, 04 November 2012 - 10:38 WIB
Shell jajaki proyek LNG di Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - PT Shell Indonesia (Shell) mulai untuk menjajaki potensi pengembangan dan pengoperasian LNG (liquefied natural gas) berskala kecil di Indonesia. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama PT Perusahaan Gas Negara (PGN).
"Nota kesepahaman ini mengatur kerja sama dan koordinasi diantara kedua belah pihak untuk melakukan studi kelayakan teknis dan ekonomis," ujar Director & Country Chairman Shell Indonesia Darwin Silalahi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/11/2012).
Dia menjelaskan, studi ini akan menentukan kemungkinan operasi LNG berskala kecil yang mencakup pencairan gas dan pengembangan mata rantai pasokan dengan menggunakan suplai gas lokal yang berpotensi untuk membantu memenuhi pasokan gas kepada konsumen industri dan penyedia tenaga listrik.
"Kami mengharapkan kemitraan Shell-PT PGN akan membuka jalan untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia yang terus bertumbuh dengan gas alam yang lebih bersih,” jelasnya.
Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan di sela kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Inggris. Acara penandatanganan disaksikan oleh Menteri Perdagangan dan Investasi Inggris Lord Green, yang mewakili Pemerintah Inggris, sementara Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Menteri Perindustrian M.S Hidajat dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.
Mewakili Shell untuk menandatangani nota kesepahaman tersebut adalah President Director & Country Chairman Shell Indonesia Darwin Silalahi, sementara PGN diwakili oleh Presiden Direktur & CEO PGN Hendi Prio Santoso.
"Nota kesepahaman ini mengatur kerja sama dan koordinasi diantara kedua belah pihak untuk melakukan studi kelayakan teknis dan ekonomis," ujar Director & Country Chairman Shell Indonesia Darwin Silalahi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/11/2012).
Dia menjelaskan, studi ini akan menentukan kemungkinan operasi LNG berskala kecil yang mencakup pencairan gas dan pengembangan mata rantai pasokan dengan menggunakan suplai gas lokal yang berpotensi untuk membantu memenuhi pasokan gas kepada konsumen industri dan penyedia tenaga listrik.
"Kami mengharapkan kemitraan Shell-PT PGN akan membuka jalan untuk memenuhi kebutuhan energi Indonesia yang terus bertumbuh dengan gas alam yang lebih bersih,” jelasnya.
Penandatanganan nota kesepahaman ini dilakukan di sela kunjungan kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Inggris. Acara penandatanganan disaksikan oleh Menteri Perdagangan dan Investasi Inggris Lord Green, yang mewakili Pemerintah Inggris, sementara Pemerintah Indonesia diwakili oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Menteri Perindustrian M.S Hidajat dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan.
Mewakili Shell untuk menandatangani nota kesepahaman tersebut adalah President Director & Country Chairman Shell Indonesia Darwin Silalahi, sementara PGN diwakili oleh Presiden Direktur & CEO PGN Hendi Prio Santoso.
(rna)
Lihat Juga :