Pemkot Depok dorong pengembangan rumah vertikal
Minggu, 04 November 2012 - 15:48 WIB
Pemkot Depok dorong pengembangan rumah vertikal
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Kota Depok mendorong para pengusaha atau investor yang bergerak di bidang properti untuk menanamkan investasinya di Depok. Namun, bukan lagi membangun perumahan biasa, melainkan sasarannya lebih kepada pembangunan rumah vertikal.
Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kota Depok mengungkapkan bahwa siap menyediakan lahan untuk pengembangan rumah vertikal di Citayam, Depok. Namun, hingga kini belum ada investor untuk mengembangkan lahan tersebut.
Salah satu pengusaha properti di Depok, Pradi Supriatna mengungkapkan seiring dengan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah yang sedang digodok DPRD, selagi sesuai prosedur dan menyangkut hajat hidup orang banyak di Depok, pihaknya siap mendukung pengembangan rumah vertikal. Namun, dia lebih sepakat jika pengembangan rumah vertikal ditujukan untuk target pasar kelas menengah kebawah.
“Selagi itu prosedural, lalu menyangkut hajat hidup orang banyak, yang ketiga dengan biaya terjangkau, kalau ini untuk masyarakat tidak mampu harus dikedepankan. Kalau profit, itu bisa fleksibel, tidak semua kemampuan orang kan sama, kalau boleh kalkulasi yang menengah kebawah jauh lebih banyak, program rumah vertikal untuk menengah kebawah rasanya perlu,” katanya kepada wartawan di Lapangan Hawai, Beji, Depok, Sabtu sore (03/11/12).
Pradi mengaku siap berinvestasi bersama para pengusaha properti untuk membangun rumah vertikal bersama–sama Pemkot Depok. “Kenapa tidak, kita sebagai pengusaha properti dilibatkan, bangun konsorsium, bangun bersama, pada akhirnya tidak pakai APBD, tapi dengan catatan prosedur harus ditempuh,” tegasnya.
Dia juga mendukung pembangunan rumah vertikal untuk mengejar target Ruang Terbuka Hijau (RTH). Bahkan dia mendorong Pemkot Depok untuk membuat blueprint, mana saja lahan potensial untuk dijadikan petak tumbuh atau rumah vertikal.
“Dari jauh hari sudah saya katakan, seyogyanya Depok memang menyediakan rumah–rumah vertikal, tidak seperti sekarang pada akhirnya tanah–tanah produktif hamparannya perumahan terus, bukan vertikal, cari wilayah yang bersinggungan dengan jalan utama, sehingga memudahkan akses strategis,” tandasnya.
Sebelumnya Ketua DPRD Depok Rintisyanto mengungkapkan konsep rumah vertikal yang akan dibangun di Depok lebih mengutamakan pada konsep green building untuk kelas high middle class. Rumah vertikal akan mulai dikembangkan di Depok untuk mengejar 33 persen RTH.
Dinas Tata Ruang dan Pemukiman Kota Depok mengungkapkan bahwa siap menyediakan lahan untuk pengembangan rumah vertikal di Citayam, Depok. Namun, hingga kini belum ada investor untuk mengembangkan lahan tersebut.
Salah satu pengusaha properti di Depok, Pradi Supriatna mengungkapkan seiring dengan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah yang sedang digodok DPRD, selagi sesuai prosedur dan menyangkut hajat hidup orang banyak di Depok, pihaknya siap mendukung pengembangan rumah vertikal. Namun, dia lebih sepakat jika pengembangan rumah vertikal ditujukan untuk target pasar kelas menengah kebawah.
“Selagi itu prosedural, lalu menyangkut hajat hidup orang banyak, yang ketiga dengan biaya terjangkau, kalau ini untuk masyarakat tidak mampu harus dikedepankan. Kalau profit, itu bisa fleksibel, tidak semua kemampuan orang kan sama, kalau boleh kalkulasi yang menengah kebawah jauh lebih banyak, program rumah vertikal untuk menengah kebawah rasanya perlu,” katanya kepada wartawan di Lapangan Hawai, Beji, Depok, Sabtu sore (03/11/12).
Pradi mengaku siap berinvestasi bersama para pengusaha properti untuk membangun rumah vertikal bersama–sama Pemkot Depok. “Kenapa tidak, kita sebagai pengusaha properti dilibatkan, bangun konsorsium, bangun bersama, pada akhirnya tidak pakai APBD, tapi dengan catatan prosedur harus ditempuh,” tegasnya.
Dia juga mendukung pembangunan rumah vertikal untuk mengejar target Ruang Terbuka Hijau (RTH). Bahkan dia mendorong Pemkot Depok untuk membuat blueprint, mana saja lahan potensial untuk dijadikan petak tumbuh atau rumah vertikal.
“Dari jauh hari sudah saya katakan, seyogyanya Depok memang menyediakan rumah–rumah vertikal, tidak seperti sekarang pada akhirnya tanah–tanah produktif hamparannya perumahan terus, bukan vertikal, cari wilayah yang bersinggungan dengan jalan utama, sehingga memudahkan akses strategis,” tandasnya.
Sebelumnya Ketua DPRD Depok Rintisyanto mengungkapkan konsep rumah vertikal yang akan dibangun di Depok lebih mengutamakan pada konsep green building untuk kelas high middle class. Rumah vertikal akan mulai dikembangkan di Depok untuk mengejar 33 persen RTH.
(rna)
Lihat Juga :