40 persen gas Blok Tangguh untuk domestik
Senin, 05 November 2012 - 14:26 WIB
40 persen gas Blok Tangguh untuk domestik
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah memastikan 40 persen hasil produksi gas Blok Tangguh fasilitas ketiga LNG liquefaction Train III di Papua akan dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri. Langkah tersebut sekaligus menjadi bukti kebijakan pemerintah yang menghentikan ekspor bahan mentah mineral ke Jepang, yang sudah berlangsung selama lebih dari 50 tahun.
"Ada 40 persen domestik yang dari train III. Jadi, 60 persen ekspor dan 40 persen domestik," terang Deputi Perencanaan BP Migas, Widhyawan Prawiraatmadja di Graha Bima Sena, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Namun demikian, kata dia, Alokasi gas untuk kebutuhan domestik sendiri masih akan bergantung pada kebutuhan dalam negeri. Pasalnya, tidak ada ketentuan yang menetapkan besaran alokasi gas untuk domestik harus berada pada level tertentu.
"Itu kan memang secara kontekstual kan memang nggak ada ketentuan domestik berapa. Tapi kalau ada permintaan dari domestik, ya kita akan prioritaskan untuk domestik. Masa ada permintaan untuk dalam negeri BP Migas diam saja," tandasnya.
Sayangnya, Widyawan masih enggan membeberkan berapa harga yang akan ditetapkan untuk dalam negeri. Hanya saja, kata dia, pihaknya akan menggunakan harga yang telah diberlakukan Nusantara Regas sebagai acuan harga yang akan ditetapkan.
"Sekarang ada preseden yang Nusantara Regas kan, itu akan menjadi acuan. Paling tidak sama dengan itu, kalau bisa sih lebih," tandasnya.
"Ada 40 persen domestik yang dari train III. Jadi, 60 persen ekspor dan 40 persen domestik," terang Deputi Perencanaan BP Migas, Widhyawan Prawiraatmadja di Graha Bima Sena, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Namun demikian, kata dia, Alokasi gas untuk kebutuhan domestik sendiri masih akan bergantung pada kebutuhan dalam negeri. Pasalnya, tidak ada ketentuan yang menetapkan besaran alokasi gas untuk domestik harus berada pada level tertentu.
"Itu kan memang secara kontekstual kan memang nggak ada ketentuan domestik berapa. Tapi kalau ada permintaan dari domestik, ya kita akan prioritaskan untuk domestik. Masa ada permintaan untuk dalam negeri BP Migas diam saja," tandasnya.
Sayangnya, Widyawan masih enggan membeberkan berapa harga yang akan ditetapkan untuk dalam negeri. Hanya saja, kata dia, pihaknya akan menggunakan harga yang telah diberlakukan Nusantara Regas sebagai acuan harga yang akan ditetapkan.
"Sekarang ada preseden yang Nusantara Regas kan, itu akan menjadi acuan. Paling tidak sama dengan itu, kalau bisa sih lebih," tandasnya.
(rna)
Lihat Juga :