Dirut RNI masih takut ungkap oknum pemeras BUMN
Senin, 05 November 2012 - 17:08 WIB
Dirut RNI masih takut ungkap oknum pemeras BUMN
A
A
A
Sindonews.com - Mengikuti jejak Menteri BUMN Dahlan Iskan, Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro juga tidak berani mengungkapkan nama anggota DPR pemeras BUMN.
"Soal inisial, nama ada di BK, tidak di saya," ujar Ismed Hasan Putro setelah menjalani pertemuan tertutup dengan Badan Kehormatan (BK) DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Serupa dengan Dahlan Iskan, Ismed juga melempar persoalan sepenuhnya kepada BK DPR. "Nama sudah saya sebutkan kepada BK. Saya juga sudah sebutkan Komisi yang menjadi partner kami pada saat RDP (Rapat Dengar Pendapat) di awal saya menjabat Dirut RNI. Jadi BK yang tau persis semuanya," tukas dia.
Sebelumnya, Dahlan Iskan juga menarik diri dari masalah ini setelah memenuhi undangan BK DPR pagi tadi. "Saya serahkan sepenuhnya masalah ini pada BK DPR," ucap Dahlan.
Setelah beberapa pekan menarik perhatian masyarakat, akhirnya persoalan pemerasan BUMN oleh oknum DPR mencapai antiklimaks yang sangat mengecewakan. Aktor-aktor utama yang melontarkan wacana ini satu persatu mengundurkan langkahnya dan meninggalkan begitu saja masalah ini.
"Soal inisial, nama ada di BK, tidak di saya," ujar Ismed Hasan Putro setelah menjalani pertemuan tertutup dengan Badan Kehormatan (BK) DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Serupa dengan Dahlan Iskan, Ismed juga melempar persoalan sepenuhnya kepada BK DPR. "Nama sudah saya sebutkan kepada BK. Saya juga sudah sebutkan Komisi yang menjadi partner kami pada saat RDP (Rapat Dengar Pendapat) di awal saya menjabat Dirut RNI. Jadi BK yang tau persis semuanya," tukas dia.
Sebelumnya, Dahlan Iskan juga menarik diri dari masalah ini setelah memenuhi undangan BK DPR pagi tadi. "Saya serahkan sepenuhnya masalah ini pada BK DPR," ucap Dahlan.
Setelah beberapa pekan menarik perhatian masyarakat, akhirnya persoalan pemerasan BUMN oleh oknum DPR mencapai antiklimaks yang sangat mengecewakan. Aktor-aktor utama yang melontarkan wacana ini satu persatu mengundurkan langkahnya dan meninggalkan begitu saja masalah ini.
(gpr)
Lihat Juga :