Sempra akan diberi kontrak ekspor jangka pendek
Senin, 05 November 2012 - 17:25 WIB
Sempra akan diberi kontrak ekspor jangka pendek
A
A
A
Sindonews.com - Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) menyatakan tidak akan memberi kontrak ekspor jangka panjang pada gas Tangguh dari Sempra Diversion.
Deputi Perencanaan BP Migas Widhyawan Prawiraatmadja mengatakan, penentuan kontrak tersebut didasari oleh prioritaskannya kebutuhan gas untuk keperluan domestik sehingga akan disesuaikan dengan fasilitas infrastruktur penunjang gas.
"Sempra itu akan ditentukan nanti. Berapa kebutuhan domestik, domestik didahulukan. Kalau domestiknya FSRU-nya sudah ada," kata Widhayawan, di Hotel Bimasena, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Widhyawan mengungkapkan, dengan diberikannya kontrak jangka pendek untuk ekspor oleh BP Migas, maka gas Sempra tersebut akan dialokasikan untuk kebutuhan domestik.
"Makanya kita sekarang tidak jangka panjang atau jangka menengah, sampai kita tahu persis berapa kebutuhan domestik," jelas Widhyawan.
Menurut Widyawan, Gas Sempra berasal dari train satu dan train dua kilang Tangguh di Papua Barat. Sedangkan gas Tangguh train tiga, pemerintah juga telah memberi jatah 40 persen untuk memenuhi kebutuhan domestik dari produksi 3,8 juta ton per tahun.
"Ada 40 persen domestik yang dari train 3, di mana 60 persen ekspor, 40 persen domestik," tutup Widhyawan.
Deputi Perencanaan BP Migas Widhyawan Prawiraatmadja mengatakan, penentuan kontrak tersebut didasari oleh prioritaskannya kebutuhan gas untuk keperluan domestik sehingga akan disesuaikan dengan fasilitas infrastruktur penunjang gas.
"Sempra itu akan ditentukan nanti. Berapa kebutuhan domestik, domestik didahulukan. Kalau domestiknya FSRU-nya sudah ada," kata Widhayawan, di Hotel Bimasena, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Widhyawan mengungkapkan, dengan diberikannya kontrak jangka pendek untuk ekspor oleh BP Migas, maka gas Sempra tersebut akan dialokasikan untuk kebutuhan domestik.
"Makanya kita sekarang tidak jangka panjang atau jangka menengah, sampai kita tahu persis berapa kebutuhan domestik," jelas Widhyawan.
Menurut Widyawan, Gas Sempra berasal dari train satu dan train dua kilang Tangguh di Papua Barat. Sedangkan gas Tangguh train tiga, pemerintah juga telah memberi jatah 40 persen untuk memenuhi kebutuhan domestik dari produksi 3,8 juta ton per tahun.
"Ada 40 persen domestik yang dari train 3, di mana 60 persen ekspor, 40 persen domestik," tutup Widhyawan.
(gpr)
Lihat Juga :