Pakan naik, pebudidaya ikan pemula kolap

Selasa, 06 November 2012 - 12:15 WIB
Pakan naik, pebudidaya...
Pakan naik, pebudidaya ikan pemula kolap
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 20-30 persen pebudidaya ikan pemula di Kulonprogo kolap. Penyebabnya, kenaikan harga pakan yang terjadi hingga tiga kali sejak bulan lalu. Akibatnya program untuk menumbuhkan pebudidaya ikan baru, terhambat.

Wagiran, Litbang dan Direktur Pemberdayaan Masyarakat Miskin, Forum Silaturahmi Pokdakan (FSP) Kulonprogo mengatakan, sejak Oktober lalu harga pakan naik hingga tiga kali. Dari harga semula Rp205 ribu per sak untuk pelet ukuran tiga mili atau min 3, naik menjadi Rp233 ribu.

Sedangkan pelet untuk min 2 naik menjadi Rp235 ribu per sak. "Ini cukup memberatkan terutama bagi pemula, karena untuk pebudidaya ikan 80 persen komponennya kan pakan. Untuk pebudidaya yang sudah mandiri juga berpengaruh, tapi tidak fatal," kata Wagiran, Selasa (6/11/2012).

Karena belum seprofit pebudaya mandiri, akhirnya 20-30 persen dari mereka kolap. Namun untuk pebudidaya yang total atau berjiwa pebudidaya ikan, mencoba menyiasati dengan mengurangi volume. Atau jika tidak, maka pebudidaya itu beralih dari budidaya lele ke gurami yang lebih mudah.

"Kalau gurami kan tidak terlalu rumit pakannya. Nah yang jiawanya memang budidaya ikan, biasanga ganti dari lele ke gurami. Atau volumenya dikurangi agar tetap survive. Misalnya dari 10 kolam menjadi 5 kolam saja," terangnya.

Dia mengatakan, pebudidaya sendiri sempat tertolong kenaikan harga saat lebaran haji lalu. Jika biasanya harga ikan anjlok jelang lebaran haji, kali ini harga justru naik hingga Rp900 perkilo. "Ini kenaikan pertama kali dalam 15 tahun terakhir," katanya.

Dia menambahkan, program dinas untuk membuat pakan organik tidak efektif. Sebab, ada beberapa bahan baku yang tidak terdapat di Indonesia. Sehingga, bantuan peralatan tidak dapat digunakan. "Subimilil dan tepung ikan tidak Ada. Kalau ada pun kualitasnya sangat di bawah standar," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Menteri Kelautan dan...
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Ditangkap KPK
Meski Ada Pandemi, Nilai...
Meski Ada Pandemi, Nilai Ekspor Perikanan Meningkat Jadi USD1,24 Miliar
RI Rangking 4 Eksportir...
RI Rangking 4 Eksportir Perikanan ke China, Atdag: Aturan Rumit
KKP Berikan Stimulus...
KKP Berikan Stimulus Bagi Pembudidya Ikan
Dorong Industrialisasi...
Dorong Industrialisasi Rumput Laut Nasional Demi Genjot Nilai Ekspor
Berita Terkini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
8 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
46 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
57 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved